Rahasia Work-Life Balance Belanda: Jam Kerja Terpendek di Eropa

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 22 Juli 2026 | 13:05 WIB
Ilustrasi: Karyawan sekarang ini lebih suka outing yang lebih kasual dan bisa dilakukan di siang hari.  (Freepik)
Ilustrasi: Karyawan sekarang ini lebih suka outing yang lebih kasual dan bisa dilakukan di siang hari. (Freepik)

Work-Life Balance Menjadi Prioritas

Selain fleksibilitas jam kerja, Belanda dikenal memiliki budaya yang menghargai waktu pribadi.

Pekerja didorong untuk benar-benar memanfaatkan waktu libur, sementara lembur bukan sesuatu yang dianggap sebagai indikator dedikasi terhadap pekerjaan. Sebaliknya, kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara efisien justru lebih dihargai.

Pendekatan ini membuat Belanda kerap menempati peringkat atas dalam berbagai indeks kualitas hidup dan keseimbangan kerja-kehidupan.

Meski begitu, sistem tersebut tidak serta-merta bisa diterapkan di semua negara. Keberhasilannya didukung oleh kombinasi kebijakan ketenagakerjaan, perlindungan sosial, budaya organisasi, serta tingkat produktivitas yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.

Bagi banyak negara, pengalaman Belanda menunjukkan bahwa bekerja lebih lama tidak selalu menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi. Sebaliknya, menciptakan lingkungan kerja yang fleksibel dan menghargai keseimbangan hidup dapat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga daya saing ekonomi.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X