Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Suka Menyela Pembicaraan, Khususnya saat Rapat

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 4 Agustus 2023 | 09:59 WIB
Ilustrasi: Di tempat kerja, selalu ada rekan kerja yang suka menyela pembicaraan saat rapat. (Freepik/Yanalia)
Ilustrasi: Di tempat kerja, selalu ada rekan kerja yang suka menyela pembicaraan saat rapat. (Freepik/Yanalia)

Namun, dengan satu syarat utama, yaitu ada orang lain yang melanggarnya lebih dulu.

Baca Juga: Mantan HRD Google Sebut Ada Satu Hal yang Harus Dilakukan Setelah Melamar Pekerjaan

Jadi, misalkan si rekan kerja yang menyebalkan ini masih saja suka menyela pembicaraan rekan kerja lainnya, barulah kamu atau pemimpin rapat bisa melakukan hal yang sama.

Pastikan kamu melakukannya tanpa bersikap kasar. Misalnya, kamu bisa mengingatkan pada peserta rapat bahwa ada aturan “satu orang berbicara pada satu waktu untuk menangkap masukan semua orang”.

Selain itu, kamu juga bisa dengan sopan mengatakan, "Saya juga mau mendengar apa yang Anda sampaikan, tetapi sekarang biarkan [nama rekan kerja yang sedang bicara] menyampaikan pendapatnya terlebih dahulu, baru kita mendengar pendapat Anda."

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menetapkan batas waktu untuk setiap topik dalam agenda rapat.

Memiliki batasan waktu dapat membantu menjaga percakapan tetap pada jalurnya, dan memberikan alasan bagi penyelenggara rapat untuk memotong pembicaraan rekan kerja yang sering mendominasi pembicaraan.

Bicara secara langsung

Menurut penulis buku Reset: A Leader's Guide to Work in an Age of Upheaval itu, cara paling sederhana untuk menangani rekan kerja yang suka menyela pembicaraan adalah meminta seseorang untuk berbicara secara langsung dengannya.

Dia mungkin tidak menyadari telah sering melakukan hal yang menyebalkan itu, atau bahkan tidak sadar kalau sikapnya itu sangat mengganggu.

Jika kamu merasa nyaman melakukannya, langsung bicara dengannya. Namun, jangan membuat komentar yang bersifat pribadi atau mengubah pembicaraan menjadi serangan terhadap karakternya.

Baca Juga: Tak Hanya Karyawan yang Rugi, Perusahaan Juga Boncos Jika Terus Melakukan PHK Besar-besaran

Jika kamu merasa tidak nyaman, bicarakan dengan manajer sehingga dia bisa menghubungi manajer si penyela pembicaraan itu untuk berdiskusi.

Namun, sekali lagi, tekankan bahwa fokus pembicaraan adalah mengenai perilakunya dan dampaknya pada tim.

“Jika langkah-langkah ini tidak membantu, bicarakan dengan HR tentang apa yang kamu rasakan. Mereka dapat bekerja dengan manajer untuk menyusun rencana jika seorang karyawan mengganggu pekerjaan,” jelas Johnny.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: USA Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X