PejuangKantoran.com - Nonton anime dengan gambar yang lucu pasti menyenangkan buat banyak orang.
Tapi nyatanya hal ini berbeda terbalik dengan para pembuat animenya. Berdasarkan survei, setidaknya 17 persen pekerja anime dalam survei pernah atau mungkin mengalami depresi dan masalah mental lainnya.
Para profesional anime yang memproduksi animasi tersebut hanya memiliki begitu banyak energi mental dan fisik, dan survei industri sekali lagi menyoroti budaya kerja di mana sumber daya tersebut dapat terkuras habis.
Data ini diungkapkan oleh Survei Asosiasi Pembuat Animasi Jepang atau JAniCA yang melakukan survei tahunan mengenai kondisi kerja di industri anime. Mereka ingin menyelidiki masalah kesehatan yang dihadapi para anggotanya dengan memberikan pertanyaan tentang kesejahteraan mental dan fisik.
Baca Juga: Kolaborasi Keren Onitsuka Tiger dan Astro Boy, Dijual Eksklusif di Jepang dan 12 Negara Lain
Tanggapan dari 429 pekerja anime dikumpulkan, dan ketika balasan tersebut dihitung, asosiasi tersebut menemukan bahwa 66 persen responden merasa menderita kelelahan fisik, dan bahkan lebih banyak lagi, 68 persen, merasa lelah secara mental.
Namun, data yang paling mengkhawatirkan dari survei ini adalah bahwa 17 persen peserta mengatakan bahwa mereka “pernah, atau mungkin, menderita depresi atau penyakit emosional lainnya”.
Namun hasil survei lengkap tampaknya tidak tersedia untuk umum. Data statistik di atas awalnya dilaporkan oleh lembaga penyiaran publik Jepang NHK, yang mengatakan bahwa keputusan untuk menambahkan pertanyaan terkait kesehatan ke dalam survei dibuat “tahun lalu,” tanpa menyebutkan secara spesifik apakah itu akan dipublikasikan.
Hal ini mengacu pada tahun kalender pada tahun bisnis, yang terakhir biasanya dimulai pada musim semi di Jepang.
Baca Juga: Tren 2024: Karyawan Ingin Diberi Prioritas dan Deadline yang Jelas, Bukan Cuma Soal Absensi Kerja
Oleh karena itu, waktu yang tepat untuk memberikan tanggapan terhadap survei ini sulit untuk ditentukan, namun karena tidak ada perubahan dramatis dalam cara anime diproduksi dan didistribusikan selama beberapa bulan terakhir, dapat dipastikan bahwa responden yang mengatakan kesehatan mental dan fisik mereka terganggu.
Penyebabnya tentu saja karena kondisi kerja mereka jadi lebih berat karena beban kerja dan tenggat waktu.
Meskipun tidak semewah menjadi bintang film atau artis rekaman, industri anime adalah bagian dari bisnis pertunjukan, dan bisnis pertunjukan selalu menjadi bidang yang sangat kompetitif dan bertekanan tinggi.