Setidaknya 91% pelaku bisnis di Singapura, Malaysia dan Indonesia telah merencanakan ekspansi ke pasar potensial baru dalam lima tahun ke depan.
Sebanyak 77% perusahaan di Indonesia saat ini sudah melakukan operasi di luar pasar domestik setidaknya di satu negara. Singapura sebesar 87% dan Malaysia sebesar 82%.
Baca Juga: Sah! Rekrutmen Polisi Difabel Disahkan dan Jadi yang Pertama di Asia
Tantangan perusahaan Indonesia berekspansi ke luar negeri:
- Sebanyak 52% responden di Singapura, 62% di Malaysia, dan 68% di Indonesia menyatakan bahwa biaya adalah hambatan utama mereka.
- 42% bisnis di Indonesia tidak mempekerjakan tenaga lokal di pasar internasional mereka. Alasannya cukup beragam, mulai dari biaya (52%), kesulitan mencari tenaga kerja yang sesuai (44%), sampai kesulitan mengelola karyawan jarak jauh (30%).
- Beberapa perusahaan menggandeng pihak ketiga untuk membantu masalah SDM yang mereka hadapi. 49% (atau 134 perusahaan) responden menggunakan “pihak ketiga” guna mengurangi biaya terkait ekspansi dan membantu menemukan kandidat tenaga kerja yang tepat.
Dampak Tenaga Kerja Global
- 92% pengambil keputusan bisnis dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia percaya bahwa mempekerjakan tenaga kerja global mampu meningkatkan keterampilan dan kemampuan tenaga kerja lokal. Di Indonesia sendiri, angka ini mencapai 91%.
Baca Juga: Lagi, Singapura Jadi Negara Termahal di Dunia, Lebih Mahal daripada Zurich!
Perusahaan di Indonesia Berencana Menaikkan Gaji Karyawannya dalam 12 bulan ke depan
- 4 dari 10 perusahaan Indonesia berencana menaikkan gaji seluruh karyawan perusahaannya
- Sebanyak 56% responden memberikan kenaikan gaji yang didasarkan atas kinerja karyawan, dan 40% berencana memberikan kenaikan gaji seluruh karyawannya berdasarkan perubahan tingkat inflasi
- 4% perusahaan tidak berencana memberikan kenaikan gaji dan ada penangguhan perekrutan karyawan baru