Jika kamu diberi umpan balik negatif selama peninjauan, hindari bersikap defensif atau agresif. Tanyakan kepada manajer contoh spesifik dari perilaku yang menghasilkan kesan tersebut, kemudian cari tahu mengapa kamu melakukannya.
Kalau kamu tetap memiliki pembicaraan yang hangat dan positif dengan atasan, mereka juga akan mendorong umpan balik yang berguna bagi kamu.
Baca Juga: Pantas Non Performing Loan-nya Rendah, Ternyata Gini Strategi BRI Turunkan Rasio Kredit Macet
4. Rayakan keberhasilan dan pelajari kekurangan
Bagikan keberhasilan dan perjuangan kamu dengan manajer. Beritahu pekerjaan dan langkah-langkah yang membawa kamu pada hasil tertentu, meskipun tidak berhasil.
Sikap sadar diri dan kritis terhadap diri sendiri menunjukkan kepada manajer bahwa kamu menghargai dan belajar dari umpan balik yang diberikan.
Transparansi ini juga membangun kepercayaan dan mendorong manajer untuk memberikan saran demi perkembangan diri kamu.
5. Perhatikan perilaku, bukan hanya keterampilan
Cari tahu kebiasaan yang mungkin menghambat kamu. Lalu, bicarakan dengan manajer untuk menciptakan kebiasaan baru yang lebih baik.
Baca Juga: Bestie-an di Kantor Banyak Manfaatnya, tapi Tetapkan Batasan biar Nggak Jadi Konflik
Bersikap terbuka terhadap perubahan merupakan bagian dari pertumbuhan karir jangka panjang.
Jadi, fokuslah pada perubahan positif dan belajarlah untuk melakukannya agar lebih maju dalam pekerjaan.
Ingat, selain berfungsi sebagai penilaian pribadi, tinjauan kinerja juga dapat menjadi kesempatan untuk membangun kepercayaan dengan manajer untuk terus berkembang sebagai pribadi. (Elga Windasari)