Kamu mungkin berharap memiliki lebih banyak waktu. Namun, sebenarnya salah satu cara untuk mengatasi masalah kekurangan waktu adalah dengan memaksimalkan waktu yang dimiliki.
Dengan kata lain, kamu menerima keterbatasan tersebut.
Baca Juga: FIFA Buka Pendaftaran Program Sukarelawan FIFA Qatar 2025, Salah Satunya untuk Piala Dunia U-17
Jadi, jika kamu menerima bahwa jam kerja kamu hanya dari pukul 09.00 sampai 17.00, maka lakukan yang terbaik agar kamu bisa bekerja dengan efisien.
Ini karena batasan waktu yang dimiliki dapat meningkatkan performa dan membantu kamu berhenti menunda-nunda tujuan.
3. Musim dalam kehidupan
Daripada mencari work-life balance yang sempurna setiap saat, mengapa tidak membagi hidup ke dalam beberapa musim yang berfokus pada area tertentu? Ini karena tungku hidup kamu dapat berubah sepanjang hidup.
Misalnya, saat masih berusia 20-an atau 30-an tahun dan belum memiliki anak, akan lebih mudah untuk pergi ke gym dan mengejar ambisi karir.
Namun, beberapa tahun kemudian saat sudah berkeluarga, semangat untuk berolahraga menurun perlahan-lahan, sedangkan semangat berkeluarga semakin menggebu-gebu.
Baca Juga: Ketika Karyawan Merasa Tak Dihormati di Tempat Kerja, Apa yang Harus Dilakukan Oleh Pemimpin?
Setelah satu dekade berlalu, kamu mungkin mulai menghidupkan kembali hubungan dengan teman lama dan mengejar ide bisnis yang telah lama tertunda.
Jadi, work-life balance bukan berarti empat tungku harus menyala secara seimbang, tetapi pilih tungku yang saat ini penting untuk kamu. Ini karena kamu tidak dapat melakukan semuanya pada waktu yang sama.
Pada dasarnya, Teori Empat Tungku ini mengungkapkan bahwa kamu tidak bisa mendapatkan semuanya karena memiliki keterbatasan waktu dan energi. Jadi, pastikan kamu memprioritaskan tungku yang tepat di saat yang tepat dalam hidup kamu.