Satu hal menarik dari survei LiveCareer adalah pengaruh pimpinan terhadap perilaku karyawan.
Sekitar 1 dari 5 pekerja mengatakan mereka jarang mengambil cuti karena atasan mereka juga jarang melakukannya. Artinya, contoh dari pemimpin punya peran besar dalam membentuk budaya istirahat di tempat kerja.
Simpulannya, hak cuti memang resmi ada di atas kertas, tetapi budaya kerja seringkali membuatnya sulit diwujudkan.
Untuk bisa benar-benar beristirahat tanpa rasa bersalah, pekerja butuh lebih dari sekadar izin tertulis. Mereka butuh dukungan nyata, sistem yang adil, dan juga rasa aman saat meninggalkan pekerjaannya sementara.
Bagaimana dengan kamu?