kubikel

Halo Para Manajer, Presenteeism Bukan Malas! Ini Cara Mengenali, Mendiagnosis, Mengatasi, dan Mencegahnya!

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:14 WIB
Seorang manajer wajib mengetahui dan memahami presenteeism di timnya dan wajib menanganinya dengan tepat. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  • “Istirahat bukan tanda lemah.”
  • “Lebih baik tidak hadir sehari daripada hadir sepekan tapi tanpa kapasitas.”

 

Tahap Memulihkan Kinerja (Recovery & Re-engagement)

Tujuan manajer: mengembalikan performa berkelanjutan.

  • Tetapkan target jangka pendek yang realistis.
  • Fokus pada quality of output.
  • Beri umpan balik positif saat energi mulai pulih.
  • Jangan langsung menaikkan beban kerja.

Catatan penting: Pemulihan performa sering tertinggal dari pemulihan energi. Jangan terburu-buru.

Baca Juga: Always-On Work Culture Tak Selalu Menunjukkan Dedikasi, Namun Justru Berpotensi Menurunkan Produktivitas

Tahap Pencegahan (Sustainable Prevention)

Tujuan manajer: mencegah presenteeism menjadi pola tim.

1. Bangun sistem, bukan heroisme

  • Dokumentasi kerja yang baik.
  • Distribusi beban adil.
  • Tidak ada “single point of exhaustion”.

2. Role modeling oleh manajer

  • Tidak mengirim pesan di luar jam kerja.
  • Mengambil cuti secara terbuka.
  • Menghargai hasil, bukan jam online.

3. Review rutin pola kerja tim

Setiap 1–3 bulan, evaluasi:

  • Apakah tim kelelahan tetapi tetap hadir?
  • Apakah beban kerja terus naik tanpa redesign?
  • Apakah istirahat benar-benar terjadi?

Selamat mencoba menerapkan! ***

Halaman:

Tags

Terkini