kubikel

Berapa Kali Tahap Wawancara Kerja yang Wajar, dan Apa Artinya Kalau Proses Rekrutmen Terlalu Lama?

Rabu, 4 Februari 2026 | 16:20 WIB
Ilustrasi: Berapa kali tahap wawancara kerja yang masih normal? (Freepik/Yanalya)

Jika tidak ada hal baru yang dipelajari, itu bisa menjadi tanda bahwa proses wawancara sudah terlalu jauh.

Para ahli juga menekankan pentingnya transparansi dari pihak perusahaan. Kandidat yang benar-benar dianggap prioritas biasanya tidak akan dibiarkan menunggu terlalu lama saat melamar pekerjaan.

“Kalau kamu kandidat utama, perusahaan akan menjadikan kamu prioritas,” kata Wagadia.

Beberapa perusahaan mulai menerapkan praktik yang lebih jelas. Platform pengembangan karier Teal, misalnya, mencantumkan jumlah wawancara, siapa pewawancaranya, dan durasi setiap tahap sejak awal.

Baca Juga: Yang Lagi Rame: Epstein Files, Dokumen Rahasia yang Mengungkap Skandal Para Petinggi Dunia

Transparansi ini memberi kandidat kendali penuh. “Dengan begitu, tidak ada kejutan. Kandidat tahu persis apa yang akan dihadapi,” ujar CEO Teal, David Fano.

Fano menambahkan bahwa tahap wawancara kerja di perusahaannya biasanya hanya tiga tahap, karena menurutnya rekrutmen belum tentu jadi lebih baik hanya karena ada lebih banyak orang yang terlibat dan ikut berpendapat.

Kalau perusahaan tidak menghargai waktu kandidat sejak awal, kamu bisa membayangkan bagaimana mereka akan menghargai batasan kerja kalau kamu sudah diterima bekerja nanti.

“Waktu kamu sama berharganya dengan waktu mereka. Menghargai waktu sendiri adalah hal yang sangat patut diapresiasi,” tegas Rosen.

Halaman:

Tags

Terkini