Berapa Kali Tahap Wawancara Kerja yang Wajar, dan Apa Artinya Kalau Proses Rekrutmen Terlalu Lama?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 4 Februari 2026 | 16:20 WIB
Ilustrasi: Berapa kali tahap wawancara kerja yang masih normal? (Freepik/Yanalya)
Ilustrasi: Berapa kali tahap wawancara kerja yang masih normal? (Freepik/Yanalya)

PejuangKantoran.com - Ketika kamu sedang melamar pekerjaan, terkadang kamu harus melalui proses rekrutmen yang panjang. Tetapi, hati-hati kalau tahapan wawancara kamu terlalu panjang atau berkali-kali.

Banyak kandidat kerja mengaku statusnya “digantung” dalam tahap wawancara yang tidak jelas ujungnya, bahkan sampai melewati batas kewajaran.

Sebenarnya berapa kali wawancara kerja yang masih tergolong masuk akal?

Baca Juga: Lowongan Kerja Marketing Communication Manager di PT Smailing Tours & Travel

Menurut para pakar perekrutan, jika sebuah perusahaan melakukan lebih dari lima tahap wawancara, besar kemungkinan mereka tidak benar-benar tahu apa yang mereka cari.

Eddiana Rosen, spesialis sumber daya manusia sekaligus coach untuk para pencari kerja, mengatakan bahwa perusahaan yang belum bisa mengambil keputusan setelah lima kali wawancara menunjukkan kalau sistem mereka bermasalah.

Ia pernah mengalaminya sendiri. Rosen mengikuti proses rekrutmen di sebuah startup di New Jersey yang mengharuskannya menjalani delapan wawancara tatap muka dan satu wawancara terakhir lewat Zoom. Meski akhirnya diterima, ia merasa banyak waktunya terbuang percuma.

Menurut Rosen, kebanyakan kandidat sebenarnya sudah memiliki pekerjaan. Karena itu, meminta mereka datang berkali-kali untuk wawancara adalah hal yang tidak masuk akal. Ia menambahkan bahwa perusahaan yang memperpanjang proses rekrutmen biasanya takut salah merekrut.

Ironisnya, semakin lama proses melamar pekerjaan itu berjalan, semakin besar risiko mereka kehilangan kandidat terbaik.

“Semakin berkualitas seorang kandidat, semakin kecil kemungkinan mereka mau bertahan dengan praktik rekrutmen yang buruk,” jelas Rosen.

Baca Juga: Siapa Saja Tokoh Elite Global yang Disebut dalam Skandal yang Diungkap dalam Epstein Files?

Pandangan serupa disampaikan Tegal Wagadia, seorang tech recruiter. Ia menegaskan bahwa proses rekrutmen idealnya tidak lebih dari lima tahap, mulai dari wawancara awal hingga keputusan akhir.

Jika lebih dari itu, menurutnya perusahaan secara tidak langsung menyampaikan dua hal. Pertama, mereka tidak punya proses yang jelas, atau mereka belum yakin kandidat cukup baik untuk posisi yang ditawarkan.

Sementara itu, Ebony Joyce, pelatih karier dan konsultan keberagaman, mengatakan bahwa untuk posisi menengah non-manajerial, lebih dari empat wawancara kerja sudah tergolong berlebihan.

Untuk posisi senior, jumlahnya memang bisa bertambah, tetapi tetap harus masuk akal. Joyce menyarankan kandidat untuk bertanya pada diri sendiri setelah setiap wawancara: “Apakah saya belajar sesuatu tentang mereka? Apakah mereka belajar sesuatu tentang saya?”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X