kubikel

Tak Sekadar Bantu Atasan, Managing Up Juga Bisa Membuka Peluang Kariermu Lebih Lebar. Ini Alasannya!

Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB
Ilsutrasi: Ketika kamu berhasil melakukan managing up dengan efektif, maka itu juga bisa membantu membuka peluang kariermu lebih lebar. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Meskipun secara kontribusi sama, namun si A lebih dikenal kontribusinya disbanding si B. Managing up membantu mengatasi bias visibilitas ini, alias dengan managing up (intensif dan efektif berkomunikasi degan atasan) membuat atasan lebih merasakan langsung hasil kerjanya.

  1. Atasan menghargai orang yang mempermudah pekerjaannya

Hubungan ketergantung timbal balik antara atasan dan bawahan adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi,

Ketika bawahan memberi informasi tepat waktu, menyiapkan Solusi, dan membantu pengambilan keputusan, maka ia dianggap mempermudah pekerjaan atasan.

Secara psikologis, atasan cenderung akan lebih mempercayai orang tersebut sehingga sangat mungkin memberinya peluang lebih besar.

  1. Organisasi menghargai kemampuan berpikir strategis

Perbedaan antara kinerja teknis dan managing up adalah kinerja teknis biasanya fokus pada menyelesaikan tugas. Sementara, managing up menuntut kemampuan lain, yaitu memahami prioritas organisasi, membaca situasi manajemen, dan menyelaraskan pekerjaan dengan strategi.

Kemampuan ini sering dianggap sebagai indikator potensi kepemimpinan.

Baca Juga: Promosi Bukan Hadiah, Ini Alasan Tidak Semua Karyawan Harus (dan Ingin) Jadi Manajer!

  1. Promosi sering berbasis kepercayaan

Sangat umum dan wajar jika posisi manajerial diberikan kepada orang yang bisa dipercaya, komunikatif, dan mampu bekerja dekat dengan pimpinan.

Kepercayaan ini tidak hanya berasal dari kinerja teknis, namun juga dari cara berkomunikasi, kemampuan memahami kebutuhan atasan, konsistensi dalam mendukung tujuan organisasi.

  1. Kepemimpinan membutuhkan kemampuan “mengelola ke atas”

Saat seseorang naik jabatan, ia tidak hanya memimpin tim, tetapi juga harus berkoordinasi dengan pimpinan yang lebih tinggi, mendapatkan dukungan sumber daya, dan mempresentasikan hasil kerja.

Oleh karena itu organisasi sering melihat kemampuan managing up sebagai indikator kesiapan memimpin.

Secara gars besar, ada tiga alasan utama mengapa managing up sering memengaruhi karier lebih kuat daripada kinerja teknis saja, yaitu

  1. Visibilitas: pekerjaan menjadi lebih terlihat oleh pimpinan
  2. Kepercayaan: atasan merasa terbantu dan mempercayai bawahan
  3. Potensi kepemimpinan: menunjukkan kemampuan berpikir strategis.

Kinerja teknis memang penting, namun dalam sebuah organisasi modern kombinasi antara kompetensi teknis dan kemampuan managing up biasanya menjadi faktor yang mempercepat perkembangan karier. ***

Halaman:

Tags

Terkini