Tak Sekadar Bantu Atasan, Managing Up Juga Bisa Membuka Peluang Kariermu Lebih Lebar. Ini Alasannya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB
Ilsutrasi: Ketika kamu berhasil melakukan managing up dengan efektif, maka itu juga bisa membantu membuka peluang kariermu lebih lebar. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilsutrasi: Ketika kamu berhasil melakukan managing up dengan efektif, maka itu juga bisa membantu membuka peluang kariermu lebih lebar. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.comManaging up tak hanya bisa membantu atasan untuk mencapai target (yang artinya perusahaan juga menjadi perform), namun mempraktikannya dengan benar dan tepat bisa membuka jalan lebar bagi kariermu.

Managing up adalah tindakan profesional adalah menyesuaikan cara kerja kita agar selaras dengan gaya, prioritas, dan kebutuhan atasan.

Ini bukan praktik “menjilat” atasan namun menjalin komunikasi yang efektif dengan atasan agar ekspektasi dan hasil kerja berjalan efektif. Ini pada akhirnya akan menjadikan kinerja seluruh tim produktif.

Tak hanya bermanfaat bagi keseluruhan organisasi, kemampuan managing up juga sering menentukan perkembangan karier dibanding kinerja teknis semata.

Hal ini dapat dijelaskan melalui psikologi organisasi, dinamika kekuasaan, dan cara organisasi membuat keputusan promosi.

Beberapa konsep ini sering dibahas dalam literatur kepemimpinan, misal oleh John P. Kotter dan John J. Gabarro di Harvard Business Review.

Berikut ini penjelasan bagaimana kemampuan managing up bisa membuka pintu kariermu lebih lebar:

Baca Juga: Mengatur Bos dengan Metode Managing Up yang Bisa Meningkatkan Performa Perusahaan atau Organisasi

  1. Keputusan karier ditentukan oleh manusia, bukan sistem

Teorinya, promosi jabatan didasarkan pada kinerja objektif. Namun dalam praktiknya, keputusan karier biasanya dibuat oleh atasan atau komite pimpinan.

Ini artinya, persepsi pimpinan berpengaruh besar, dan iformasi yang mereka terima sangat menentukan penilaian.

Seorang pegawai yang mampu melakukan managing up umumnya terampil dalam menjelaskan dampak pekerjaannya, selalu memberi update yang jelas, dan menunjukkan kontribusi strategis.

Ini membuat kinerjanya lebih terlihat (oleh atasan).

  1. Efek “visibility bias” dalam organisasi

Ada kecenderungan bahwa pekerjaan yang terlihat lebih dihargai daripada yang tidak terlihat. Misal, ada dua pegawai yang sama-sama bekerja keras dan memberikan dampak positif.

Si A sering berkomunikasi dengan atasan untuk urusan pekerjaan, sementara si B lebih sering bekerja diam-diam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X