Keluar dari Lingkungan Toxic = Reset Sistem Saraf
Kabar baiknya, ketika seseorang keluar dari lingkungan kerja yang toxic, tubuh mulai mengalami proses pemulihan.
Sistem saraf yang sebelumnya terus aktif perlahan kembali seimbang. Detak jantung, kualitas tidur, dan kondisi emosional pun mulai membaik.
Inilah alasan mengapa banyak orang merasa lebih ringan atau bahkan seperti mendapatkan hidup baru setelah resign dari pekerjaan yang toxic.
Menurut American Psychological Association, terapi memang penting. Namun, jika sumber stres utama tidak dihilangkan, dampaknya seringkali hanya sementara.
Artinya, menghadapi stres kerja bukan hanya soal mengelola, tetapi juga berani mengevaluasi apakah lingkungan tersebut masih layak dipertahankan.