PejuangKantoran.com - Ketika punya pekerjaan yang stabil dan awet sampai bertahun-tahun, kamu sering dianggap sebagai karyawan loyal. Memang sih, kamu terlihat setia dan bisa diandalkan. Tapi, pernah terpikir nggak kalau kamu sebenarnya sedang jalan di tempat?
Jadi karyawan setia itu nggak salah, tapi kamu harus waspada dengan risiko yang tidak terlihat. Biasanya kalau kamu sudah berada di satu posisi yang sama selama lebih dari 10 tahun (apalagi sampai 15 atau 20 tahun) kamu akan menemukan risiko seperti ini:
Dianggap terlalu kaku. Saat rekruter melihat CV dengan masa kerja yang sangat lama di satu tempat, mereka pasti bertanya-tanya. Bukan karena mereka tidak suka karyawan loyal, tapi mereka khawatir kamu sudah terlalu kaku. "Apakah orang ini masih bisa diajak berubah?" atau "Jangan-jangan dia cuma tahu satu cara kerja saja."
Baca Juga: Film 'Ghost In The Cell' Jadi Refleksi Keresahan Joko Anwar terhadap Situasi Absurd di Indonesia
Kurang mampu beradaptasi. Dunia luar terus berubah. Teknologi baru muncul, cara kolaborasi berganti. Jika kamu hanya terbiasa dengan satu sistem di satu kantor, kemampuan adaptasimu bisa diragukan.
Tapi tenang, ini bukan berarti kamu tidak akan bisa pindah kerja. Kuncinya adalah menunjukkan bahwa selama 10 tahun itu kamu terus berkembang, belajar skill baru, atau pernah memimpin sebuah perubahan besar di kantormu.
Skill kamu ketinggalan zaman. Berada di satu kantor dalam waktu lama itu rasanya aman. Kamu sudah hafal luar kepala siapa yang harus dihubungi kalau ada masalah, sistemnya sudah kamu kuasai, dan rutinitasnya sudah jadi bagian dari dirimu. Namun, kenyamanan ini punya harga yang mahal: perkembangan karier yang melambat.
Tanpa tantangan baru di lingkungan yang berbeda, otak kita cenderung stagnan. Kamu mungkin tidak sadar bahwa perkembangan karier kamu melambat sampai akhirnya kamu ingin pindah. Saat itulah kamu baru tersadar kalau skill kamu sudah agak ketinggalan zaman.
Gaji mentok. Yang paling menyedihkan, buat kamu yang memilih bertahan di satu tempat dalam waktu lama, gaji bakalan mentok. Perusahaan cenderung memberikan kenaikan gaji yang signifikan bagi orang baru atau mereka yang mampu mengambil tanggung jawab jauh lebih besar.
Dengan bertahan terus, kamu mungkin kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kompensasi yang lebih layak di tempat lain.
Baca Juga: Canva Buka Lowongan Kerja Product & Localization Lead untuk Pasar Indonesia, Mau Tahu Tugasnya?
Risiko bosan. Tidak peduli seberapa besar kamu menyukai pekerjaanmu pada saat baru masuk, melakukan tugas yang sama bertahun-tahun bisa membuat kamu jenuh.
Kebosanan itu bisa masuk secara perlahan. Kamu mungkin tidak menyadarinya sampai energi dan motivasi kamu menurun. Setelah itu terjadi, hal itu bisa memengaruhi seberapa baik kinerja kamu dan sebesar apa kamu menikmati kehidupan kerjamu.
Kepercayaan diri menurun. Karena kamu terlalu terbiasa dengan satu cara kerja, kamu mulai ragu apakah kamu bisa sukses di tempat lain. Rasa takut ini sering kali membuat orang tetap bertahan, padahal mereka sudah bosan setengah mati.
Menemukan keseimbangan yang tepat. Tentu saja, ini bukan berarti kamu harus pindah kerja setiap tahun. Kutu loncat juga punya reputasi buruk di mata perusahaan.