kubikel

Mid-Career Drop Lebih Sering Terjadi pada Perempuan. Begini Cara Menanganinya dengan Baik!

Selasa, 21 April 2026 | 12:35 WIB
Double burden atau peran ganda sering memicu mid-career drop. Oleh karena itu harus ditangani secara bijak agar keudnya berjalan dengan baik. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Selain itu juga analisis internal moility rate, persentase karyawan yang berpindah peran di dalam perusahaan dalam periode tertentu, tanpa keluar dari organisasi.

  1. Intervensi

Lakukan intervensi di 4 akar masalah utama. Di mulai dari work-life conflict (double burden), lalu career stagnation, kemudian manager bias yang sering memicu terjadinya “people leaves managers”, dan burnout dan invisible load (beban kerja yang tak terlihat tapi menyita effort kerja).

Lakukan juga program spesifik yang menargetkan karyawan Perempuan untuk  menjalani mid-career retention program seperti coaching, career path clarify, dan flexible arrangement khusus. Dorong promosi kepada talenta yang memang benar-benar potensial bagi Perusahaan.

Baca Juga: Kesenjangan Upah Berbasis Gender Di Singapura Mengecil, Perempuan Makin Berpeluang Jadi Pemimpin

Bagi yang sempat melakukan career break, buatkan returnship program dan melakukan leadership fast-track yang menargetkan talenta-talenta potensial sejak dari awal. Berikan kesempatan yang bersangkutan untuk telribat dalam proyek-proyek strategis dan akses ke senior leader.

Jika ditangani dengan serius, maka turnover akan turun, leadership pipeline kuat. Masalah mid-career drop pun bisa teratasi dengan baik. ***

Halaman:

Tags

Terkini