4. Menawarkan bantuan transisi:
Dalam email perpisahan, Anda dapat menawarkan bantuan dalam proses transisi kepada klien. Anda dapat memberikan informasi tentang orang yang akan menggantikan Anda atau menyebutkan kontak yang dapat dihubungi untuk pertanyaan atau bantuan selama masa peralihan.
Baca Juga: Kursus Bahasa Inggris Online buat yang Waktunya Terbatas, Gratis dan Dapat Sertifikat Pula!
Dengan memberikan tawaran bantuan, Anda menunjukkan komitmen Anda untuk memastikan kelancaran bisnis klien meskipun Anda tidak lagi ada di perusahaan.
5. Menciptakan citra positif:
Melalui email perpisahan yang baik, kamu dapat meninggalkan kesan yang positif kepada klien. Ini penting karena kesan terakhir sering kali melekat dalam ingatan orang.
Dengan memberikan pesan yang sopan, ramah, dan menghargai, kamu meningkatkan kemungkinan klien akan mempertahankan persepsi positif terhadap kamu dan perusahaan.
6. Tak repot balas pesan karena dianggap masih bekerja di kantor lama
Beberapa klien mungkin masih beranggapan kalau kamu kerja di kantor yang sama. Terkadang seringkali kamu dikirim pesan atau ditelepon menyoal pekerjaan di kantor lama.
Baca Juga: Buka Besar-besaran, Ini 28 Lowongan Kerja Google Indonesia yang Bisa Kamu Daftar
Penting untuk diingat bahwa email perpisahan harus ditulis dengan hati-hati dan dijaga dengan sopan serta profesional. Pastikan untuk memeriksa tata bahasa, tanda baca, dan ejaan sebelum mengirimkannya.
Selain itu, pastikan untuk mengikuti kebijakan dan pedoman yang berlaku di perusahaan Anda terkait dengan komunikasi dengan klien saat mengundurkan diri.