Pejuangkantoran.com – Diabetes Melitus masih menjadi salah satu penyakit yang menghantui masyarakat. Bahkan di Indonesia, menurut laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi Diabetes Melitus (DM) pada semua usia penduduk mencapai 1,7% pada tahun 2023.
Dari persentase tersebut, tipe terbanyak adalah diabetes tipe 2, sebanyak 50,2% dari total sampel (n) sebesar 14.935 orang.
Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak adekuat. Kondisi ini memengaruhi cara tubuh menggunakan gula (glukosa) sebagai sumber energi.
Diabetes melitus tipe 2 merupakan bentuk diabetes yang paling umum dan biasanya terjadi pada orang dewasa, meskipun dapat juga terjadi pada anak-anak dan remaja.
Sebelum masuk ke dalam diabetes tipe 2, biasanya ditandai dengan terdiagnosa sebagai prediabetes. Jika kamu terdiagnosa sebagai prediabetes, itu artinya kadar gula dalam darah belum tinggi untuk masuk kategori diabetes tipe 2 namun sudah cukup tinggi sehingga kamu harus mulai mengubah gaya hidupmu.
Kadar gula darah puasa yang normal terukur di bawah 100, sementara orang dengan diagnose prediabetes mempunya gula darah puasa antara 100 mg/dL hingga 126 mg/dL. Lebih dari 126 mg/dL maka akan dikategorikan sebagai diabetes tipe 2.
Baca Juga: Makan Nasi Putih Berisiko Diabetes Tipe 2? Tenang, Ada 4 Jenis Beras Lain yang Lebih Sehat!
Penyebab prediabetes
Resistensi hormon insulin oleh sel di dalam tubuh menjadi penyebab prediabetes. Dalam kondisi normal, pankreas akan memproduksi hormon insulin. Hormon insulin ini berfungsi sebagai 'kunci' untuk sel memproses gula darah menjadi energi.
Pada orang yang mengidap prediabetes, sel-sel dalam tubuhnya tidak atau kurang merespons insulin. Kondisi ini menyebabkan pankreas bekerja lebih keras dalam memproduksi insulin.
Di sisi lain, sel semakin tidak sensitif. Ujung-ujungnya, pankreas menjadi kewalahan dan kadar gula dalam darah meningkat akibat tidak bisa diolah oleh sel.
Gejala prediabetes
Prediabetes tidak mempunya gejala khusus yang bisa terlihat. Bahkan seseorang bisa mengidap prediabetes selama bertahun-tahun tanpa disadari sampai akhirnya berkembang menjadi diabetes tipe 2 dan menimbulkan komplikasi.
Sementara itu, kondisi prediabetes saja sudah dapat menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu, prediabetes wajib untuk diwaspadai, sebab jika tidak ditangani makai a bisa meningkat menjadi diabetes tipe 2.
Artikel Terkait
Hari Diabetes Sedunia: Apa yang Harus Dilakukan di Kantor Kalau Kamu Divonis Diabetes?
Bolehkah Anak dengan Diabetes Berpuasa?
Anak dengan Diabetes Menjalankan Ibadah Puasa, Perhatikan 2 Syarat Ini
Aturan Tepat Minum Kopi agar Terhindar dari Diabetes dan Batu Ginjal
Jus Buah VS Jus Sayuran, Mana Yang Lebih Sehat? Hati-Hati, Ada 'Musuh'-nya Penyandang Diabetes
Penelitian Baru: Manfaat Kesehatan Kopi dan Teh dalam Mencegah Penyakit Jantung dan Diabetes