Orang yang Bangun Pagi dan Bangun Siang Tak Perlu Dibandingkan, Masing-Masing Ada Plus Minusnya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Minggu, 1 Juni 2025 | 12:05 WIB
Ketika kamu terbangun tengah malam, manfaatkan untuk kerja kreatif atau berkomtemplasi. (Freepik)
Ketika kamu terbangun tengah malam, manfaatkan untuk kerja kreatif atau berkomtemplasi. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Selama ini, orang yang bangun pagi disebut orang yang rajin. Sementara orang yang bangun siang dianggap sebagai tanda kemalasan.

Padahal, menilai sifat orang tak bisa dilihat dari waktu bangunnya. Bisa saja orang bangun siang karena memang dia bekerja hingga larut malam dan baru tidur menjelang pagi.

Jadi, orang yang lebih suka bangun pagi dan yang lebih memilih bekerja hingga larut malam dan bangun lebih siang, seharusnya tak perlu berkompetisi mana yang lebih baik.

Memang, sinar matahari pagi memiliki manfaat yang super. Lari pagi, meditasi, dan keheningan pagi sebelum seisi dunia bangun adalah hal yang indah.

Namun, keheningan tengah malam dan kesendirian yang memungkinkan pikiran kamu semakin berkembang sehingga mendorongmu bekerja larut, adalah juga hal yang sama dalam kacamata yang lain.

Dunia sebenarnya membutuhkan kedua jenis orang ini, yaitu yang ikut terbit bersama matahari dan yang bersinar di bawah bulan.

Baca Juga: Besok Sudah Ngantor Lagi, Ini 8 Trik Membangun Kebiasaan Bangun Pagi dan Jadi Morning Person

Kreativitas setelah hari mulai gelap

Ada semacam keajaiban yang hidup di waktu-waktu yang sunyi seperti di tengah malam

Tidak ada orang yang mengirim chat, tidak ada notifikasi, tidak ada kesibukan lainnya. Hanya ada cahaya lampu, musik latar yang relaxing dengan suara pelan, dan pikiran yang lebih menyala..

Dalam suasana seperti inilah, pikiran-pikiran kreatif terkadang menemukan ruang untuk berkembang. Baik itu bekerja, memecahkan masalah, atau sekadar mencari ide, suasana malam hari sering kali menawarkan ruang yang lebih sakral yang tidak bisa didapatkan di siang hari.

Bahkan, para peneliti mengatakan bahwa jaringan mode default otak yang terkait dengan kreativitas, lebih aktif saat istirahat dan hening.

Tidak heran jika banyak momen “oh iya!” muncul saat orang lain tertidur.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Times Life

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X