Tubuh membutuhkan bahan bakar yang tepat untuk bergerak secara konstan. Pastikan Anda mengonsumsi karbohidrat kompleks beberapa jam sebelum berlari sebagai sumber energi utama, serta protein yang cukup setelah sesi lari untuk memulihkan massa otot.
Selain makanan, hidrasi juga tidak kalah penting; minumlah air mineral dalam jumlah cukup sebelum, selama, dan setelah berlari agar tubuh terhindar dari dehidrasi dan kram otot.
5. Investasi di Smartwatch
Teknologi seperti smartwatch atau jam tangan pintar dapat bertindak sebagai pelatih pribadi di pergelangan tangan Kamu. Alat ini berfungsi memantau detak jantung (heart rate) secara langsung agar intensitas lari Kamu tetap berada di zona aman.
Selain itu, fitur GPS di dalamnya membantu mencatat metrik penting seperti jarak, waktu, dan membakar kalori, yang sangat berguna sebagai bahan evaluasi mingguan.
Investasi di awal ada baiknya pergunakan untuk memberli jam pintar yang sudah mampu memonitor detak jantung dan memiliki GPS yang baik untuk membantu menentukan jarak dan pace lari kamu.
Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Latihan Easy Run Membuat Lari Marathon Menjadi Aman
Artikel Terkait
Berbagai Tipe Running Shoes (Sepatu Lari), Jangan Salah Pilih dan Asal Beli Yang Termahal
4 Running Metrics di Smartwatch yang Jarang Kamu Lihat Tapi Sangat Penting untuk Evaluasi Performance Lari
Terinspirasi Sama Kisah Teman di BTN Jakim 2026? Ini yang Harus Kamu Ketahui Tentang Program Latihan untuk Kompetisi Lari Pertama Kamu!