bugar

Kapan Kita Tahu bahwa Kita Terlalu Banyak Makan Keju? Ini Jawaban buat yang Takut Kolesterol Naik

Minggu, 5 Mei 2024 | 19:28 WIB
Ilustrasi: Dengan kandungan lemak jenuhnya, kapan kita tahu kita terlalu banyak mengonsumsi keju? (Freepik/Kamran Aydinov)

Pada tahun 2018, studi terpisah yang dilakukan oleh tim di University College Dublin menemukan bahwa mengonsumsi keju berlemak penuh sebenarnya dapat menurunkan kadar kolesterol keseluruhan dan LDL, mengungguli bentuk asupan lemak susu lainnya.

Efek penurunan kolesterol ini mungkin disebabkan oleh matriks unik keju, di mana asam lemak berikatan dengan kalsium, sehingga menghambat penyerapannya ke dalam aliran darah.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa keju berkalsium tinggi, seperti cheddar dan parmesan, sangat efektif dalam mengurangi kadar kolesterol LDL, yang kemungkinan besar disebabkan oleh pengaruhnya terhadap penyerapan lemak.

Baca Juga: Cara Memperlakukan Diri Sendiri Ternyata Menandakan Bagaimana Kamu Menghargai Waktu

Selain itu, Dr Oliver Guttmann, konsultan jantung dari St Bartholomew's Hospital, University College London, mengatakan, komponen dalam keju yang dikenal sebagai sphingolipid dapat menghambat penyerapan kolesterol dari usus, sehingga memberikan lapisan perlindungan kardiovaskular lainnya.

Kuncinya memang tidak mengonsumsinya secara berlebihan, sih. Peneliti dari University College Dublin menyarankan bahwa mengonsumsi lebih dari 30 gram keju setiap hari tidak akan membahayakan kesehatan jantung.

Bahkan mungkin bermanfaat, terutama bagi mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi.

Namun, Dr Guttmann menyarankan agar berhati-hati karena kandungan garam dan kepadatan kalori keju yang tinggi, dan merekomendasikan tidak lebih dari 30-40gr sehari untuk menjaga manfaat kesehatannya.

Halaman:

Tags

Terkini