Namun, jika kamu mempertimbangkan minuman berkafein lainnya, Dr. Iluyomade menyarankan untuk berhati-hati. Meskipun minuman energi mengandung kafein, mereka sering kali mengandung gula dan bahan tambahan yang dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung.
“Berbeda dengan kopi dan teh yang kaya senyawa sehat, minuman energi kurang memiliki manfaat alami ini dan bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi,” ujarnya.
Baca Juga: 7 Tanda Kamu Ditipu Agen Pemberi Visa Kerja dan Liburan di Australia, Ini Imbauan Kedubes Australia!
Kesimpulannya, studi ini menambah bukti bahwa konsumsi kopi atau teh secara moderat, terutama yang berkafein, dapat mengurangi risiko penyakit kardiometabolik.
Dr. Iluyomade menekankan, “Temuan ini menyoroti potensi kopi dan teh dalam mencegah penyakit, terutama kondisi utama seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, dan stroke.”
FDA merekomendasikan agar kebanyakan orang dewasa mengonsumsi tidak lebih dari 400 mg kafein per hari, setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi. Namun, setiap orang memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap kafein.
Jika kamu memiliki kondisi seperti tekanan darah tinggi, disarankan untuk berdiskusi dengan dokter mengenai jumlah kafein yang aman untukmu. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan gaya hidup secara keseluruhan—diet, olahraga, dan manajemen stres adalah bagian penting untuk menjaga kesehatan jantung.
Terakhir, ingatlah untuk mempertimbangkan bagaimana kamu menyajikan kopi atau teh. Menambahkan terlalu banyak krim dan gula bisa mengurangi manfaat kesehatan. Cobalah menambahkan sedikit susu rendah lemak atau alternatif susu, dan batasi pemanis hingga satu sendok gula atau satu sendok teh madu dalam minumanmu