"Karyawan perlu tahu bahwa mereka didukung dan pemberi kerja juga perlu memastikan tim mereka tidak merasakan tekanan untuk terus-menerus secara online," ujar Hannah.
Percayalah bahwa ketika karyawan didorong untuk mempraktikkan work-life balance, hasil positif akan datang secara alami.
Baca Juga: Selain Personel One Direction, Ada Karangan Bunga Berbentuk Boling di Pemakaman Liam Payne
Hannah bilang, “Dengarkan karyawan, pikirkan mengapa mereka merasa selalu cemas, dan bertindaklah secara preventif sehingga mereka tidak merasa cemas sejak awal."
Tips agar tak terkena ping fatigue
James Ware, pelatih karir yang mengkhususkan diri membantu mengoptimalkan fokus dan produktivitas, memberikan beberapa tips yang harus dipatuhi karyawan dan pemberi kerja.
Untuk karyawan, bisa mengaktifkan airplane mode atau do not disturb yang dapat membantu menetapkan batasan notifikasi dan mempertahankan mode kerja yang sangat fokus.
Metode lain adalah aturan 25-5, yaitu bekerja selama 25 menit tanpa gangguan, kemudian berikan waktu lima menit untuk memeriksa notifikasi atau pesan.
"Bekerja dengan memiliki waktu fokus yang diikuti dengan istirahat singkat, selaras dengan ritme alami otak untuk memberi perhatian," kata James.
Untuk pemberi kerja, bisa mengatur waktu notifikasi, seperti satu jam sekali, untuk mendorong waktu fokus yang mendalam.
Cara lainnya adalah menetapkan kebijakan yang mendorong karyawan untuk memeriksa pemberitahuan di waktu-waktu tertentu yang sudah ditetapkan dan tak perlu merespons secara instan.
Jadi, memprioritaskan pemberitahuan yang mendesak dan yang tidak, dapat membantu mencegah karyawan mengalami ping fatigue. (Elga Windasari)