Baca Juga: Resume Tidak Sama dengan CV, Begini Cara Menulis Resume yang Dijamin Bakal di-Follow Up!
4. Verdana
Font ini dirancang khusus untuk tampilan di layar sehingga cocok untuk format digital dan cetak. Proporsinya yang rata, dan spasi hurufnya yang lebar memberikan tampilan yang teratur dan halus dalam resume.
Font yang sebaiknya dihindari untuk menulis resume
Jika kamu ingin memberikan kesan pertama yang baik dalam resume, ada beberapa font yang sebaiknya dihindari untuk menulis resume.
1. Times New Roman
Meskipun Times New Roman adalah font yang sangat umum digunakan, tetapi font ini ternyata salah satu font terburuk yang sebaiknya tidak digunakan untuk resume. Ada beberapa alasan utamanya, yaitu:
• Generik dan terlalu banyak digunakan. Karena Times New Roman adalah font paling populer, semua orang menggunakannya sehingga membuat resume terlihat umum.
• Tidak enak dilihat. Font ini memiliki garis-garis kecil di akhir setiap karakter dan ini dapat menyulitkan untuk dibaca.
• Penampilannya kadaluwarsa. Times New Roman awalnya dirancang untuk dicetak dan terlihat ketinggalan zaman di era digital modern.
Baca Juga: 7 Tanda Pelamar Memakai AI untuk Menyusun Resume, Ini yang Perlu Kamu Lakukan sebagai Rekruter
2. Arial
Ini juga bukan font terbaik untuk resume karena tidak memiliki karakteristik unik yang diperlukan untuk memberikan daya tarik ekstra pada resume.
Arial adalah font Sans-Serif yang hambar tanpa fitur khas, sehingga menjadikannya pilihan yang buruk untuk teks kecil. Selain itu, beberapa huruf mudah tertukar.
Artikel Terkait
Google Kembali Berhentikan Ratusan Karyawan, Paling Banyak dari Departemen Perekrutan
Para Pekerja Saat Ini Lebih Mengutamakan Fleksibilitas dan Otonomi daripada Gaji Tinggi
Kakeibo, Seni Membuat Anggaran dan Menabung ala Jepang yang Praktis dan Mudah Diikuti
Formasi yang Dibutuhkan untuk Seleksi CPNS dan PPPK yang Dibuka Mulai Hari Ini
Tragis, Korban Pinjol Dipecat dari Kantor dan Bunuh Diri karena Diteror oleh Debt Collector
Bisakah Karyawan Mengambil Cuti Sakit karena Burnout, dan Kapan Waktu Terbaik untuk Cuti?