Sebelumnya, kirimkan terlebih dahulu email kepada pelamar untuk menjadwalkan tanggal dan waktu untuk panggilan telepon yang sesuai untuknya.
Wawancara telepon adalah cara terbaik untuk mengenal kandidat lebih baik karena HRD memiliki kesempatan untuk mendengar suara pelamar, dan memahami kepribadiannya melalui cara berkomunikasi secara verbal.
Dari wawancara telepon juga HRD bisa mengukur komunikasi lisan dan kemampuan interpersonal pelamar. Ini menjadi faktor sangat penting untuk posisi-posisi yang berhadapan langsung dengan pelanggan.
Baca Juga: Ajak Anabul Untuk Menginap di Hotel Pet Friendly yang Seru
Selain wawancara kerja lewat telepon, skenario lain yang “membolehkan” HRD menelepon kandidat daripada mengirim email adalah:
• Memberitahukan tentang tawaran pekerjaan
• Mengucapkan selamat karena telah mendapatkan pekerjaan
Bagi sebagian besar pelamar, wawancara telepon adalah langkah penting dalam proses perekrutan sehingga tidak disarankan untuk menelepon tanpa pemberitahuan.
Pilih chat jika ini alasannya
Chat, baik lewat WhatsApp atau SMS, merupakan saluran komunikasi yang cukup baru bagi manajer perekrutan. Namun, ini menjadi alternatif yang efektif untuk mengirim kabar dalam beberapa kasus.
Misalnya, jika pelamar tidak membalas email tepat waktu, HRD bisa menindaklanjuti dengan mengirim chat yang memberitahukan bahwa email yang dikirim tidak terlewatkan atau masuk ke spam.
Meski begitu, mengirimkan terlalu banyak detail dalam pesan teks dapat mengakibatkan hilangnya informasi, karena teks lebih sulit untuk ditemukan dibandingkan dengan email.
Baca Juga: Film Budi Pekerti Ternyata Relate Banget Sama Kehidupan Nyata Prilly Latuconsina
Jadi, HRD bisa menghubungi pelamar melalui chat dengan tujuan berikut:
• Pengingat wawancara yang akan datang
• Pemberitahuan mengenai email yang sudah dikirimkan
• Konfirmasi bahwa wawancara telah dijadwalkan
• Melakukan prapenyaringan kandidat
Jadi, cara HRD menghubungi pelamar memang bisa melalui email, telepon, atau chat. Hanya saja, ada waktu dan kondisi tertentu yang cocok untuk masing-masing cara. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
5 Pola Pertanyaan HRD yang Biasa Diajukan kepada Pelamar saat Wawancara Kerja
Sistem Kerja 9 to 5 Disebut-sebut Tak Sehat, Apa Solusi buat Kamu yang Menjalaninya?
Duh, Yang Mau Resign Sebaiknya Tahan hingga 2024 Selesai! Ini Alasannya
Tidak Ada yang Positif dengan Toxic Positivity, Ini Bahayanya Kalau Perusahaan Mendukungnya
Karyawan Muda Dihadapkan pada Pilihan Kerja Hybrid atau Kerja Senin-Kamis, Apa Pilihan Mereka?
Ini Cara Jawab Pertanyaan HRD saat Wawancara Kerja, "Apa Kelemahan Kamu?"
Apakah Boleh Pelamar Keberatan Langsung Ditelepon oleh HRD? Wajarkah Jika HRD Balik Marah?