Saat Istri Melahirkan, Kebijakan Cuti Ayah Juga Harus Diterapkan Agar Bisa Menguntungkan Istri dan Anak

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Kamis, 28 November 2024 | 15:30 WIB
Cuti ayah itu ternyata program yang sangat bagus untuk diterapkan. (Freepik)
Cuti ayah itu ternyata program yang sangat bagus untuk diterapkan. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Februari 2025 mendatang, pemerintah Korea Selatan akan meluncurkan lebih banyak langkah untuk memberi insentif kepada karyawan untuk memiliki anak. Ini dilakukan karena angka kelahiran di negara tersebut yang semakin menurun.

Jang Sang-ho dan istri yang sudah memiliki dua anak menyambut baik kebijakan pemerintah tersebut.

Ia bercerita bahwa istrinya kehilangan pekerjaannya di sebuah firma desain arsitektur setelah mengambil cuti selama dua tahun untuk merawat dua putra mereka, yang kini berusia enam dan empat tahun.

Padahal, istrinya sudah bekerja selama selama 10 tahun.

“Perusahaannya mempekerjakan seseorang untuk menggantikannya selama cuti dan ketika dia ingin kembali, mereka meminta maaf dan mengatakan tidak mampu membiayai keduanya secara bersamaan. Jadi istri saya harus berhenti (bekerja),” cerita Jang.

Baca Juga: 3 Penyebab Meningkatnya Cuti Ayah di Tempat Kerja Tahun 2024, yang Sebelumnya Jarang Terjadi

Dampak jam kerja untuk pasutri yang memiliki anak

Untung bagi pasangan ini. Jang yang bekerja sebagai peneliti di lembaga pemerintah Korea Institute For Robot Industry Advancement, telah menerapkan kebijakan kerja dengan waktu fleksibel.

Sejak 2021, perusahaan tersebut memiliki kebijakan untuk membantu orang tua yang memiliki anak kecil. Salah satunya adalah jam kerja hariannya yang dipersingkat dua jam tanpa memengaruhi penghasilannya.

Jadi, bukannya bekerja dari pukul 9 pagi – 6 sore, Jang bekerja dari jam 10 pagi – 5 sore sehingga dapat mengantar dan menjemput anak-anaknya dari tempat penitipan anak.

Ini membuat istrinya memiliki waktu bebas untuk mencari pekerjaan baru. Saat ini, sang istri kembali menemukan pekerjaan desain arsitektur, tetapi dengan gaji yang sedikit lebih rendah dari sebelumnya.

Jika keuangan mereka memungkinkan, pasangan ini mempertimbangkan untuk memiliki anak ketiga. Ini berkat pengaturan kerja di lembaga Jang memungkinkannya untuk membantu mengasuh anak.

Ia mengatakan, “Bagi istri saya, bekerja bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang kehidupan dan mimpinya.”

Baca Juga: Tetapkan Batasan Sehat di Tempat Kerja saat Liburan, agar Kamu Bisa Cuti dengan Tenang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Inquirer.net

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X