Selain Paham Teknologi, Ini Keterampilan yang Harus Dimiliki dan Cara untuk Jadi Technical Consultant

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 4 Februari 2025 | 14:46 WIB
Sebagai technical consultat, gajimu berkisar antara Rp8,5-11,5 juta. (Freepik)
Sebagai technical consultat, gajimu berkisar antara Rp8,5-11,5 juta. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Pekerjaan menjadi technical consultant atau konsultan teknis mungkin belum terlalu populer. Tugas utamanya adalah memberikan saran ahli di bidang teknis tertentu, seperti TI, teknik, atau analisis data.

Meski belum banyak yang tahu, tetapi gaji pekerjaan ini cukup menjanjikan. Menurut Jobstreet, gaji bulanan rata-rata konsultan teknis di Indonesia berkisar antara Rp8,5 juta hingga Rp11,5 juta.

Apa pekerjaan technical consultant?

Seorang konsultan teknis bertindak sebagai jembatan antara tim teknis perusahaan dan pemangku kepentingan nonteknis. Tugas kamu menilai, mendiagnosis, dan mendesain ulang proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan mendorong nilai bisnis.

Selain itu, kamu juga berfungsi sebagai pemandu dalam implementasi solusi teknologi, untuk memastikan solusi tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kendala organisasi.

Baca Juga: 5 Keterampilan Teknis dan Sertifikasi yang Harus Dimiliki Calon Cyber Security Analyst

Cara menjadi konsultan teknis

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk bekerja dalam posisi ini.

  1. Mendapatkan gelar sarjana

Mulailah dengan memperoleh gelar sarjana di bidang teknologi informasi, ilmu komputer, atau bidang terkait. Mata kuliah di jurusan tersebut biasanya mencakup topik serupa, seperti analisis data, manajemen proyek, keamanan jaringan, dan komunikasi bisnis.

  1. Dapatkan pengalaman kerja yang relevan

Kamu bisa mendapatkan melalui proses magang, penempatan kerja bersama, atau posisi entry-level yang memungkinkan kamu untuk menerapkan pengetahuan akademis di dunia nyata.

  1. Dapatkan sertifikasi

Mengingat sifat industri teknologi yang bergerak cepat, kamu sebaiknya mampu untuk mengikuti perkembangan alat, teknik, dan praktik terbaik.

Pertimbangkan untuk mendapatkan sertifikasi yang relevan agar bisa menunjukkan komitmen kamu terhadap pembelajaran dan keahlian yang berkelanjutan.

Baca Juga: Ini Website untuk Cari Kerja Posisi IT di Jepang, Tanpa Perlu Bisa Bahasa Jepang

  1. Kembangkan soft skill

Meskipun keterampilan teknis sangat penting, jangan abaikan pentingnya soft skill, seperti komunikasi, pemecahan masalah, dan kepemimpinan. Semua itu merupakan kunci untuk menjelaskan ide yang rumit dengan cara yang dapat dimengerti oleh anggota tim nonteknis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Indeed, Jobstreet

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X