Pejuangkantoran.com - Perusahaan mungkin sudah tidak melakukan diskriminasi dalam memberikan fleksibilitas kerja kepada karyawan laki-laki dan perempuan.
Namun, dibandingkan dengan karyawan laki-laki, karyawan perempuan jauh lebih takut untuk menggunakan fasilitas tersebut.
Menurut survei tahunan SurveyMonkey Women at Work CNBC, kepada lebih dari 18.800 pekerja di Amerika Serikat (AS), 40% karyawan perempuan mengatakan khawatir dengan memanfaatkan tunjangan fleksibel dari tempat kerjanya.
Tunjangan fleksibel yang dimaksud seperti cuti berbayar, bekerja dari rumah, atau waktu fleksibel yang diberikan perusahaan.
Alasannya adalah karena hal tersebut ditakutkan dapat mencegah mereka mencapai tujuan karir yang diinginkan.
Tara Van Bommel, direktur penelitian di Catalyst, menambahkan bahwa karyawan perempuan semakin enggan mengambil pengaturan kerja fleksibel tersebut, jika mereka tidak melihat pemimpin yang melakukannya juga.
Baca Juga: Jam Kerja Fleksibel, Jumlah Karyawan yang Melahirkan di Perusahaan Kecantikan Ini Meningkat
Kurangnya work-life balance menjadi faktor besar keputusan resign
Ada perbedaan antara alasan mengapa karyawan perempuan ingin meninggalkan pekerjaannya dan apa yang mendorong mereka untuk benar-benar melakukannya.
Sekitar 21% karyawan perempuan yang disurvei, mereka mengatakan telah "serius mempertimbangkan untuk berhenti" dari pekerjaan mereka dalam beberapa bulan terakhir.
Alasannya adalah ingin mengurangi stres kerja dan mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi.
Namun, di antara 8% karyawan perempuan yang baru-baru ini berhenti, faktor pertama mereka melakukannya adalah karena mencari pekerjaan dengan work-life balance yang lebih baik.
Beberapa perempuan lebih cenderung memprioritaskan fleksibilitas pekerjaan, bahkan jika itu berarti gaji yang lebih rendah.
Artinya, dibandingkan dengan laki-laki, perempuan cenderung lebih mungkin untuk tetap bekerja karena fleksibilitasnya dan bukan karena gajinya bagus.
Artikel Terkait
7 Hal yang Diutamakan Gen Z saat Mencari Kerja, Work Life Balance Bukan Satu-satunya!
Tuntutan Work Life Balance atau WLB Lebih Terlihat pada 2 Generasi Ini
Ini 20 Negara yang Punya Work-Life Balance Terbaik di Dunia
Hindari Bertanya tentang Work Life Balance saat Wawancara Kerja, Ternyata Ini Penyebabnya!
Tren Pekerja Yang Memilih Untuk WFH atau Remote Working Meningkat. Ini Kendala Dan Solusinya!
'Workation', Konsep Baru Work-Life Balance untuk Orang Tua Bekerja dalam Mengasuh Anak
Bukan Kerja Tatap Muka, Remote, atau Hybrid yang Membuat Karyawan Puas. Ini Faktor Utamanya!