Survei Membuktikan, Karyawan Perempuan Lebih Baik Digaji Rendah Asalkan Bisa Lebih Fleksibel saat Bekerja

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 19 Maret 2025 | 15:15 WIB
Ada kecenderungan perempuan lebih mau dibayar lebih rendah asal bisa lebih fleksibel dalam bekerja. (Seva Levytskyi)
Ada kecenderungan perempuan lebih mau dibayar lebih rendah asal bisa lebih fleksibel dalam bekerja. (Seva Levytskyi)

Pejuangkantoran.com - Perusahaan mungkin sudah tidak melakukan diskriminasi dalam memberikan fleksibilitas kerja kepada karyawan laki-laki dan perempuan.

Namun, dibandingkan dengan karyawan laki-laki, karyawan perempuan jauh lebih takut untuk menggunakan fasilitas tersebut.

Menurut survei tahunan SurveyMonkey Women at Work CNBC, kepada lebih dari 18.800 pekerja di Amerika Serikat (AS), 40% karyawan perempuan mengatakan khawatir dengan memanfaatkan tunjangan fleksibel dari tempat kerjanya.

Tunjangan fleksibel yang dimaksud seperti cuti berbayar, bekerja dari rumah, atau waktu fleksibel yang diberikan perusahaan.

Alasannya adalah karena hal tersebut ditakutkan dapat mencegah mereka mencapai tujuan karir yang diinginkan.

Tara Van Bommel, direktur penelitian di Catalyst, menambahkan bahwa karyawan perempuan semakin enggan mengambil pengaturan kerja fleksibel tersebut, jika mereka tidak melihat pemimpin yang melakukannya juga.

Baca Juga: Jam Kerja Fleksibel, Jumlah Karyawan yang Melahirkan di Perusahaan Kecantikan Ini Meningkat

Kurangnya work-life balance menjadi faktor besar keputusan resign

Ada perbedaan antara alasan mengapa karyawan perempuan ingin meninggalkan pekerjaannya dan apa yang mendorong mereka untuk benar-benar melakukannya.

Sekitar 21% karyawan perempuan yang disurvei, mereka mengatakan telah "serius mempertimbangkan untuk berhenti" dari pekerjaan mereka dalam beberapa bulan terakhir.

Alasannya adalah ingin mengurangi stres kerja dan mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi.

Namun, di antara 8% karyawan perempuan yang baru-baru ini berhenti, faktor pertama mereka melakukannya adalah karena mencari pekerjaan dengan work-life balance yang lebih baik.

Beberapa perempuan lebih cenderung memprioritaskan fleksibilitas pekerjaan, bahkan jika itu berarti gaji yang lebih rendah.

Artinya, dibandingkan dengan laki-laki, perempuan cenderung lebih mungkin untuk tetap bekerja karena fleksibilitasnya dan bukan karena gajinya bagus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: CNBC, Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X