Survei Membuktikan, Karyawan Perempuan Lebih Baik Digaji Rendah Asalkan Bisa Lebih Fleksibel saat Bekerja

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 19 Maret 2025 | 15:15 WIB
Ada kecenderungan perempuan lebih mau dibayar lebih rendah asal bisa lebih fleksibel dalam bekerja. (Seva Levytskyi)
Ada kecenderungan perempuan lebih mau dibayar lebih rendah asal bisa lebih fleksibel dalam bekerja. (Seva Levytskyi)

Ini karena pekerjaan yang lebih fleksibel dengan gaji yang lebih rendah dapat membuat perbedaan besar bagi karyawan perempuan yang memiliki lebih banyak tanggung jawab pengasuhan di rumah.

"Manfaat yang didapatkan dari fleksibilitas dalam hidup memiliki manfaat nyata dan saya pikir orang-orang mulai mempertimbangkan kesehatan ketika menyangkut pekerjaan," ujar Bommel.

Faktanya, sekitar 1 dari 4 wanita mengatakan work-life balance membaik setelah memiliki jadwal yang lebih fleksibel karena beban kerja yang berkurang.

Baca Juga: Bukan Hanya Karyawan yang Harus Mengusahakan Work-Life Balance, tapi juga Atasan

Pekerjaan remote dan hybrid semakin langka

Sayangnya, fleksibilitas pekerjaan seperti itu lebih sulit didapat di dunia kerja yang menantang saat ini.

Banyak pekerja frustasi dengan jumlah lowongan yang menurun, penciptaan lapangan kerja yang lamban, dan tantangan dalam proses aplikasi yang didukung AI.

Di antara sekitar 700 wanita yang mencari pekerjaan saat ini dan disurvei oleh CNBC, 90% melaporkan bahwa pekerjaan sangat sulit didapat.

Salah satu alasan utamanya adalah mereka tidak dapat menemukan peluang kerja remote atau hybrid, sebanyak sebelumnya.

Ini bisa menjadi lebih sulit karena banyak perusahaan yang mengharapkan pekerja menghabiskan lebih banyak waktu di kantor.

Meskipun beberapa penelitian menunjukkan aturan tersebut tidak berdampak positif pada keterlibatan karyawan atau keuntungan bisnis.

Van Bommel berpendapat, meski banyak perusahaan yang saat ini melakukannya, lambat laun mereka akan menyadari bahwa ini bukan cara kerja terbaik dan mulai mengubahnya. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: CNBC, Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X