Big No No! Jangan Sampaikan 4 Hal Ini saat Menulis Ucapan Perpisahan ke Rekan Kerja

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:54 WIB
Ilustrasi: Ada empat hal yang sebaiknya tidak usah disampaikan dalam ucapan perpisahan pada rekan kerja. (Freepik)
Ilustrasi: Ada empat hal yang sebaiknya tidak usah disampaikan dalam ucapan perpisahan pada rekan kerja. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Saat kamu akan pindah kerja atau resign dari kantor, salah satu cara paling umum untuk pamit adalah dengan menulis ucapan perpisahan lewat email.

Meskipun kelihatannya sepele, isi email perpisahan bisa meninggalkan kesan yang kuat. Jadi, pastikan pesan kamu tetap profesional dan tidak menimbulkan salah paham.

Untuk itu, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak kamu tulis dalam email perpisahan.

Baca Juga: 3 Macam Bahan Penyusun Kaus Kaki Running yang Harus Kamu Ketahui dan Perhatikan Sebelum Membeli

1. Menjelek-jelekkan perusahaan

Mungkin kamu punya pengalaman yang kurang menyenangkan selama bekerja, tetapi email perpisahan bukanlah tempat untuk “curhat” atau meluapkan kekesalan.

Ingat, email ini akan dibaca banyak orang, termasuk atasan dan rekan kerja yang masih ada di sana. Kalau isinya negatif, bisa-bisa malah merusak hubungan baik kamu dengan mereka di masa depan.

Tulis saja dengan nada netral dan profesional. Tidak harus terlalu manis atau berlebihan, cukup sederhana, sopan, dan to the point.

Kalau kamu ingin menyampaikan kritik, lebih baik lakukan saat exit interview dengan HR, bukan lewat email perpisahan.

Baca Juga: Exit Interview Diperlukan Saat Kamu Resign, Hati-hati Jangan Sampai Karyawan Merasa Berjarak

2. Membuat janji yang tidak bisa dipenuhi

Kamu pasti sering mendengar kalimat “Kita harus ketemu lagi ya!” saat berpisah dengan teman-teman kantor. Padahal, dalam hati kamu sadar kalau kemungkinan besar itu tidak akan terjadi.

Jadi, jangan menuliskan janji-janji yang sebenarnya sulit kamu tepati dalam ucapan perpisahan.
Kalau memang ingin tetap terhubung setelah kamu menjalani pekerjaan baru, kamu bisa menuliskan kontak pribadi, LinkedIn, atau media sosial kamu.

Namun, kalau tidak ingin diganggu setelah pindah kerja, tidak usah menawarkan diri untuk tetap dihubungi. Santai saja, tidak perlu memaksakan janji palsu.

3. Terlalu banyak cerita soal pekerjaan baru

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Career Contessa

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X