4 Cara Sederhana Pemimpin Membuat Tim Merasa Dihargai, baik melalui Kritik atau Apresiasi

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Senin, 29 September 2025 | 21:18 WIB
Ilustrasi: Bagaimana seorang pemimpin berbicara, memberikan arahan, atau menyampaikan kritik, bisa membuat anak buah merasa dihargai atau justru diabaikan. (Freepik)
Ilustrasi: Bagaimana seorang pemimpin berbicara, memberikan arahan, atau menyampaikan kritik, bisa membuat anak buah merasa dihargai atau justru diabaikan. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Kalau di kantor kamu bertugas untuk memimpin orang lain, bukan cuma satu orang, kata-kata dan tindakan kamu memiliki dampak lebih besar dari yang dikira.

Cara kamu berbicara, memberi arahan, atau menanggapi hasil kerja bisa menentukan apakah tim kamu merasa percaya diri atau justru diabaikan.

Agar tim merasa dihargai dan merasa “cukup”, berikut empat hal yang harus dilakukan pemimpin:

Baca Juga: Referensi Profesional vs Referensi Personal, Mana yang Harus Kamu Cantumkan di Lamaran Kerja?

1. Mulai dengan rasa percaya

Anggap dulu bahwa orang-orang di tim kamu memang ingin melakukan pekerjaan dengan baik. Faktanya, sebagian besar memang begitu. Jadi, biarkan rasa percaya ini jadi dasar sistem kerja kamu.

Misalnya, kalau ada deadline yang meleset, coba tanyakan, “Apa yang menghalangi?” alih-alih langsung menuduh dengan, “Kenapa belum selesai?”

Sikap seperti inilah yang membuat orang merasa didukung, bukan diragukan.

2. Jadikan umpan balik sebagai bahan bakar, bukan ancaman

Feedback itu penting, tetapi jangan bikin menegangkan. Jadikan momen ini sebagai pembicaraan dua arah yang rutin, entah lewat 1-on-1 atau bahkan mengobrol santai.

Baca Juga: 4 Sertifikasi yang Bisa Langsung Dongkrak Karier IT Kamu, Dicari Banyak Perusahaan di Indonesia!

Kamu bisa mulai dengan pertanyaan sederhana seperti:

“Apa yang berjalan dengan baik belakangan ini?”
“Apa yang paling membantu kamu sekarang?”
“Ada hal berbeda apa yang bisa saya lakukan untuk mendukung kamu?”

Bahkan, ada pertanyaan menarik yang sering dipakai pemimpin hebat, yaitu:

“Apa pekerjaan yang ingin kamu dapatkan pengakuan dari saya, yang mungkin saya nggak tahu kamu yang melakukannya?”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Psychology Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X