Pejuangkantoran.com - Selama ini, banyak dari kita diajarkan bahwa sukses di tempat kerja itu harus terlihat jelas. Kerja lembur tiap hari, promosi cepat, jadi manajer di usia muda, atau punya jabatan keren di LinkedIn.
Namun, sebenarnya sukses tidak selalu harus seramai itu. Ada tren baru yang sekarang mulai banyak dibicarakan, namanya ambisi yang tenang.
Ambisi tenang bukan berarti kamu malas, tidak punya mimpi, atau tidak mau berkembang. Justru sebaliknya. Ini adalah cara mengejar karier dengan lebih sadar, strategis, dan sesuai dengan nilai hidup sendiri, tanpa harus ikut-ikutan standar orang lain.
Menurut laporan dari KickResume, kini keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi jadi prioritas utama bagi generasi muda.
Artinya, banyak orang yang tidak lagi mau mengorbankan kesehatan mental atau waktu keluarga hanya demi terlihat “sibuk” atau “produktif”.
Apa itu ambisi tenang?
Ahli karier dari LinkedIn, Charlotte Davies, menjelaskan bahwa ambisi tenang dimulai dari menentukan apa yang benar-benar kamu inginkan dari karier, bukan hanya mengejar hal-hal yang terlihat keren di CV.
Baca Juga: Quiet Ambition, Saat Ambisi Karyawan Sudah Bukan Lagi tentang Gaji Tinggi atau Jabatan
Misalnya:
- Daripada memaksa naik jabatan jadi manajer, mungkin kamu lebih suka menjadi spesialis ahli di bidang yang dikuasai.
- Daripada lembur tiap malam, kamu lebih memilih punya waktu untuk keluarga atau hobi.
- Daripada ikut-ikutan “siapa yang paling sibuk”, kamu lebih memilih kerja pintar dan efisien.
Davies juga bilang, pendekatan seperti ini justru membuat kamu lebih bijak mengambil keputusan karier, bisa membuat batasan kerja yang sehat, dan mengurangi risiko burnout.
Contoh sederhananya adalah mematikan laptop saat jam kerja selesai dan tidak mengecek email kantor tengah malam kecuali benar-benar urgent.
Generasi muda tidak memaksa jadi bos untuk dibilang sukses
Tren ini juga terlihat jelas di generasi muda.
Penelitian dari Robert Walters menunjukkan bahwa 72% generasi muda lebih memilih mengembangkan karier secara individual, fokus pada keterampilan dan pertumbuhan pribadi, dibanding mengejar posisi manajer.
Artikel Terkait
Makan Lebih Banyak Buah Sitrus Bisa Membantu Meningkatkan Mood, Kata Ahli Gizi
Kopi Lokal, Ambisi Global: Serius Pangan Nusantara Menembus Pasar Dunia Bareng BRI
4 Perangkap Karier yang Diam-Diam Bisa Menghambat Kesuksesan Kamu, Coba Dicek!
4 Sertifikasi yang Bisa Langsung Dongkrak Karier IT Kamu, Dicari Banyak Perusahaan di Indonesia!
4 dari 10 Pekerja Muda Mengikuti Saran Karier dari TikTok, Langkah Bijak atau Justru Berbahaya?