Pejuangkantoran.com - Kamu mungkin sering dengar nasehat untuk selalu jadi diri sendiri, apalagi di dunia kerja yang penuh tekanan.
Namun, ternyata seorang profesor dari Columbia University berkata, nasehat seperti itu tidak selalu berlaku. Menurutnya, keautentikan memang penting, tapi kalau berlebihan justru bisa menyebabkan kamu sulit berkembang di lingkungan profesional.
Tomas Chamorro Premuzic, profesor psikologi bisnis di University College London, juga menulis tentang hal ini dalam bukunya Don’t Be Yourself: Why Authenticity Is Overrated.
Ia menjelaskan, merasa autentik memang bisa membuat kamu lebih percaya diri, tetapi belum tentu membuat orang lain melihatmu kompeten. Kadang, terlalu mempertahankan nilai pribadi justru dianggap kurang fleksibel saat bekerja sama dengan tim.
Hal ini semakin terasa sejak banyak kantor mulai kembali menerapkan kerja dari kantor. Generasi muda dikenal lebih berani mengekspresikan diri dan menolak aturan kerja yang kaku.
Namun, beberapa ahli menilai cara ini bisa jadi bumerang kalau tidak disertai kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja.
Baca Juga: Tiga Cara Gampang Buat Tampil Percaya Diri Di Meeting Untuk Kamu Praktikkan!
Menemukan batas antara autentik dan profesional
Beberapa pemimpin bisnis berpendapat bahwa jadi diri sendiri itu tetap perlu batas. Investor Marc Andreessen pernah bilang kalau di tempat kerja, sebaiknya kamu meninggalkan sebagian sisi pribadi dan fokus untuk bersikap profesional.
Pandangan ini juga sejalan dengan pendapat beberapa penulis seperti Pamela Paul dan Jodi Ann Burey. Mereka menilai, dorongan untuk selalu tampil autentik tidak selalu adil untuk semua orang.
Tidak semua orang nyaman membuka kehidupan pribadinya di tempat kerja. Bahkan, dalam beberapa kasus sistem kerja justru menghukum orang yang tampil berbeda dari norma mayoritas.
Premuzic menekankan bahwa kuncinya bukan memisahkan kehidupan pribadi dan profesional, tetapi menemukan strategi untuk menyesuaikan diri.
Sebuah penelitian di 2023 menunjukkan bahwa orang yang bisa beradaptasi dengan situasi dan orang lain cenderung jadi pemimpin yang lebih efektif. Jadi, kemampuan menyesuaikan diri ternyata lebih berpengaruh dibanding sekadar mempertahankan nilai pribadi yang kaku.
Belajar menyesuaikan diri tanpa kehilangan jati diri
Artikel Terkait
7 Cara Elegan Menjaga Ruang Pribadi di Tempat Kerja, Supaya Rekan Kerja Tidak Terlalu Ikut Campur
Studi Ungkap Gen Z Merasa Tak Nyaman Melihat Ibu Menyusui di Ruang Publik, Privasi Jadi Faktor Utama
Budaya Kerja Toksik Bisa Jadi Biang Kerok Impostor Syndrome, Bikin Karyawan Kehilangan Percaya Diri
Saat Persahabatan Memudar, Mungkin Ini saatnya Kamu Belajar Melepaskan Tanpa Kehilangan Jati Diri
Dari Santai ke Formal, Ini 4 Contoh Email Ucapan Perpisahan Kerja yang Tetap Profesional
Karyawan dengan Kinerja yang Baik Belum Tentu Jadi Pemimpin Hebat. Apa yang Salah?