Pejuangkantoran.com - Beberapa bulan terakhir, banyak profesional senior dari perusahaan besar seperti Microsoft, Google, Meta, Infosys, hingga EY, yang memilih mundur dari posisi bergaji tinggi.
Penyebabnya hampir sama, yaitu stres berlebihan, tekanan kerja tak wajar, dan perubahan peran akibat AI.
Laporan Forbes menyebutkan 40% pemimpin bisnis sedang stres dan mempertimbangkan resign, sedangkan laporan Business Standard menemukan 30% eksekutif mengalami stres dan 50% ingin pindah kerja.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan penting: Apakah mengejar uang selalu sepadan dengan kebahagiaan dan kesehatan kamu?
Harga mahal dari jam kerja panjang
Gaji besar memang terasa memuaskan di awal. Namun, seiring waktu jam kerja panjang dan stres terus-menerus membuat kamu menjauh dari keluarga dan kehidupan pribadi.
Kamu mulai melewatkan momen penting, merasa bersalah, dan bertanya-tanya mengapa semuanya terasa begitu berat. Tidak sedikit profesional akhirnya menyadari bahwa mereka kehilangan kedamaian hanya demi mengejar target karier.
Kerja berlebihan juga memicu penyakit gaya hidup seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung, diabetes, hingga nyeri punggung dan migrain, yang kini banyak dialami pekerja muda.
Baca Juga: Mulailah Menyisihkan Gaji Untuk Dana Pensiun. Berikut 6 Faktor Pentingnya!
Kinerja vs produktivitas, apa kata ilmu pengetahuan?
Penelitian menunjukkan setiap orang punya batas produktivitas alami. Ketika kamu bekerja terlalu lama, maka fokus bisa menurun, kesalahan meningkat, serta tubuh dan mental makin lelah.
Disebutkan, standar paling sehat untuk bekerja adalah 40 jam per minggu dengan istirahat cukup. Tidak heran beberapa negara seperti Swedia dan Belanda mencoba minggu kerja 4 hari demi keseimbangan hidup.
Apalagi, jam kerja yang panjang tidak berarti hasilnya lebih baik.Produktivitas tertinggi biasanya muncul di pagi hingga sebelum makan siang. Setelah itu, energi menurun secara alami.
Di sinilah istirahat singkat, seperti minum teh atau kopi sore, sangat berperan karena dapat membantu memulihkan fokus.
Artikel Terkait
Metode TikTok Ini Bisa Meningkatkan Produktivitas dan Mental Health Kamu
Pekerja Kantoran Wajib Tahu, 3 Faktor Utama yang Memengaruhi Kesehatan Mental
Olah Raga Memang Bisa Efektif Mencegah dan Mengurangi Kecemasan, Kecuali Kecemasan Berikut Ini!
Meski Maksudnya Baik, Program Kesehatan Kantor Jarang Dirasakan Manfaatnya oleh Karyawan. Kok Bisa?
Punya Pekerjaan dengan Gaji Tinggi tapi Melelahkan, Cari Tahu Kapan Waktunya Bertahan dan Resign
Alih-alih Melakukan Work-Life Balance, Lakukan Work-Life Integration yang Lebih Realistis Saat Ini