PejuangKantoran.com - Kalau ada pekerjaan yang jelas-jelas sudah mulai digantikan oleh AI, itulah penerjemah. Sekarang, hanya dengan copy paste teks di DeepL atau Gemini, kamu sudah bisa mendapat hasil terjemahannya dalam beberapa detik.
Tools tersebut bukan hanya bisa menerjemahkan dengan cepat, tetapi juga murah, dan kadang terasa sangat akurat. Wajar saja kalau banyak penerjemah atau mereka yang baru mau mencoba profesi ini jadi was-was: masih relevan nggak sih, penerjemah di era AI?
Jawabannya: masih, dong. AI memang mengubah cara kerja penerjemahan, tetapi bukan untuk menggantikan penerjemah manusia. Justru, profesi ini sedang dibentuk ulang. Mereka yang mampu beradaptasi akan tetap bertahan, bahkan berkembang.
Baca Juga: Lowongan Kerja Performance and Benefit Officer di Startup di Bidang CPG, Lemonilo
Gimana caranya?
1. Pertama, berhenti bersaing sama mesin
Soal kecepatan atau volume, jelas kamu bakal kalah. Kekuatan penerjemah manusia terletak pada kemampuan memahami nuansa budaya, emosi, konteks sosial, serta ambiguitas yang sering muncul dalam bahasa.
AI bisa menerjemahkan kalimat, tetapi manusialah yang menerjemahkan makna. Dengan sudut pandang ini, kita tidak lagi terjebak dalam perbandingan harga atau kecepatan, melainkan fokus pada nilai tambah yang tidak tergantikan.
2. Machine Translation Post-Editing (MTPE)
Post-editing terjemahan mesin sudah jadi praktik standar dalam proyek penerjemahan. Di sini, translator menyempurnakan hasil terjemahan keluaran AI menjadi teks yang akurat, lancar, dan sesuai budaya.
Baca Juga: 7 Red Flags dalam Lowongan Kerja yang Menunjukkan Budaya Kerja Perusahaan yang Buruk
Alur kerja hybrid ini menghemat waktu tetapi membutuhkan keterampilan penyuntingan dan linguistik yang kuat.
Kamu bisa mempelajari cara mengubah terjemahan mentah dari mesin menjadi teks yang lebih luwes dan profesional. Selain itu, kamu lebih fokus pada penyuntingan gaya dan kejelasan pesan.
3. Bangun spesialisasi yang niche
Pekerjaan terjemahan umum adalah yang paling mudah diotomatisasi. Tetapi bidang yang sangat teknis, seperti hukum, kedokteran, keuangan, atau penerjemahan sastra, butuh keahlian yang tidak bisa ditiru AI.
Artikel Terkait
7 Perangkat Rumah Tangga yang Sebaiknya Kamu Cabut dari Stop Kontak!
BPOM Temukan Kopi Ilegal Berbahaya yang Bisa Sebabkan Gagal Ginjal dan Masalah Jantung
Waspada! Sering Minum Kopi Ini Bisa Bikin Kolesterol Naik, Kata Ahli
7 Manfaat "Nggak Mikirin" Pekerjaan Usai Jam Kantor yang Wajib Diketahui dari Bawahan Hingga Bos
Punya Pengalaman dalam Sistem Penggajian? PT Kao Indonesia Buka Lowongan Compensation and Benefit Executive
Waspadai "Pencuri" yang Satu Ini Karena Sering Kamu Lakukan Tapi Tidak Kamu Sadari!
5 Dampak Nyata yang Siap Mengancam Ketika Waktu Tidurmu Tercuri!