PejuangKantoran.com - AI memang sudah mengubah cara kita bekerja. Tools seperti ChatGPT kini jadi bagian dari rutinitas sehari‑hari: menulis prompt, brainstorming ide konten, bahkan membantu tugas administratif.
Tapi ada satu hal yang sering disalahpahami, yaitu bahwa ChatGPT bukan sistem rekrutmen. Proses rekrutmen butuh struktur, kepatuhan hukum, pencatatan, dan kolaborasi. Hal‑hal ini tidak bisa diberikan oleh LLM (Large Language Model).
Dalam ChatGPT, LLM atau model bahasa besar itu fungsinya seperti otak di balik layar percakapan. Cara kerjanya memprediksi kata atau potongan kata berikutnya yang paling nyambung dalam sebuah kalimat.
Baca Juga: Banyak Gerainya yang Tutup, Salah Satu Pemegang Waralaba Domino's Pizza Nyatakan Bangkrut
Inilah yang bikin ChatGPT bisa menjawab pertanyaan kita dengan bahasa yang rasanya natural, kayak lagi ngobrol dengan manusia.
Karena itu, perusahaan yang sedang menangani rekrutmen tetap mengandalkan Applicant Tracking System (ATS) dengan AI yang memang dirancang khusus untuk rekrutmen karyawan.
Kalau mau dirinci, ada enam alasan mengapa LLM tidak bisa menggantikan ATS:
1. Tidak memiliki database
ChatGPT tidak punya database kandidat, tidak bisa melakukan pelacakan, dan tidak menyimpan data sesuai aturan. Begitu percakapan selesai, datanya hilang. ATS justru menyimpan semua riwayat kandidat dengan jejak audit dan penyimpanan sesuai GDPR (General Data Protection Regulation).
2. Tidak punya data pasar
ChatGPT bisa membantu menulis deskripsi pekerjaan, tapi sifatnya umum. Tidak ada data pasar atau benchmark.
Baca Juga: In This Economy, Nggak Cuma Cari Kerja yang Susah. Cari Karyawan Baru Juga Ribet Banget!
Sedangkan ATS bisa bikin deskripsi pekerjaan otomatis yang sesuai dengan posisi dan standar gaji pasar saat ini. Karena pakai data rekrutmen terbaru, tim HR bisa mulai cari orang berdasarkan data yang akurat, bukan cuma tebak-tebakan.
3. Tidak dapat memantau status kandidat
ChatGPT bisa membantu memberkan ide atau strategi buat cari orang, tapi tidak bisa benar-benar menghubungi atau memantau status para kandidat tersebut.
Artikel Terkait
Bukan Introvert, Bukan Ekstrovert: Mengenal “Otrovert”, Tipe Kepribadian yang Merasa Berbeda dari Keramaian
5 Ciri Orang dengan Kepribadian Otrovert
Harga Minyak Terus Naik, Muncul Wacana WFH dan Pengurangan Hari Kerja untuk Penghematan BBM
Bukan Hanya Terapkan WFH, Para Ekonom Ajukan Sejumlah Saran untuk Menghemat Pemakaian BBM
Apa Isi Goodie Bag Academy Awards Senilai Rp5,5 Miliar yang Dibagikan untuk Para Nominee?
Pariwisata Indonesia Terdampak Konflik di Timur Tengah, Manfaatkan Libur Lebaran dan Revenge Travel
Pemerintah Kaji WFH untuk Hemat BBM, Ini Kata Bahlil