Misalnya, kamu ditanya soal kemampuan teamwork dan jiwa kepemimpinan. Daripada cuma menjawab "Saya orangnya pekerja keras dan suka memimpin," mending susun dengan rumus STAR.
Contohnya, "Saya pernah menunjukkan kemampuan kepemimpinan saat memegang proyek presentasi proposal untuk klien utama (Situation). Kami diminta menyusun materi presentasi durasi satu jam soal cara meningkatkan efisiensi rekrutmen mereka (Task).
Baca Juga: Naik Gaji Tapi Kok Nggak Terasa Perubahannya? Ini yang Lagi Terjadi di Accenture dan Deloitte
"Saya lalu mengarahkan tim buat melakukan riset kompetitor secara mendalam dan membedah tren pasar terbaru, hingga akhirnya kami berhasil menyusun penawaran harga yang kompetitif (Action).
"Hasilnya, presentasi berjalan lancar sesuai durasi dan kami berhasil memenangkan proyek tersebut! (Result)"
Jauh lebih meyakinkan, kan?
Menghadapi competency based interview memang bikin deg-degan. Tapi kalau kamu sudah paham metode STAR dan rajin latihan, jenis wawancara ini malah memberi peluang untuk memamerkan pencapaian kamu. Selamat mencoba, ya!
Artikel Terkait
Cara Paling Praktis Untuk Menentukan Values Kamu Dalam Bekerja!
Suka Main Monopoly? Netflix Cari 12 Peserta untuk Rebut Hadiah US$2 Juta
Rahasia Work-Life Balance Belanda: Jam Kerja Terpendek di Eropa
Pilih Tinggal di Kos-Kosan Eksklusif atau Co-Living? Pahami Dulu Perbedaannya!
Persaingan Spanyol di Lapangan Hijau Berlanjut Ke Lapangan Padel. Dominasi Pemain Spanyol dan Argentina di Peringkat Padel Dunia Jadi Sorotan.
Tren Work from Café Bermutasi Menjadi Pusat Produktivitas Baru. Mengapa Coffee Shop Berubah menjadi Hub Kreatif?
Ternyata Sepatu Pelat Carbon Bisa Membantu Pelari Rekreasional Mencapai Hasil Terbaik Lho! Selama Tetap Melakukan Hal Rutin Ini!