Antara tahun 2011 dan 2021, daftar pekerjaan yang mensyaratkan gelar di perusahaan itu turun dari 95% menjadi kurang dari 50%.
CEO IBM pada saat itu, Ginni Rometty, mengatakan kepada Fortune bahwa karyawan yang tidak punya gelar sarjana memiliki kinerja yang sama baiknya dengan pekerja yang bergelar PhD.
Dulu, manajer perekrutan akan selalu menilai pelamar berdasarkan riwayat pekerjaan, silsilah, atau jaringan mereka, kata CEO LinkedIn Ryan Roslansky. Sekarang, gelar tidak harus menjadi indikator utama dari semua potensi seseorang.
Baca Juga: Cara Gen Z Menginvestasikan Uang yang Bikin Mereka Mendapatkan Keuntungan Langsung
“Ketika pasar tenaga kerja bergerak lebih cepat, kita benar-benar perlu memikirkan sesuatu untuk difokuskan, dan jalur alternatif, fleksibel, dan dapat diakses itu benar-benar akan didasarkan pada keterampilan.” kata Roslansky.
Buat Gen Z yang berbasis di AS, ini kabar baik. Bahkan 36% di antaranya memberi tahu Fiverr, kemampuan membangun keterampilan di pekerjaan baru menjadi faktor utama saat mereka mencari pekerjaan.
Dengan asumsi, tentunya, mereka belum seluruhnya kehilangan minat untuk pekerjaan 9 to 5.
Artikel Terkait
5 Ibadah yang Bisa Dilakukan Jelang Bulan Ramadhan Agar Puasa Penuh Berkah
ÉCOUTEZ Punya Vokalis Baru: Kembalinya Delia Septianti!
4 Tips Meal Prep Buat Ibu Bekerja Agar Puasa Ramadhan Tetap Lancar
World Happiness Day: Ini 3 Cara untuk Bisa Bahagia!
Dampak Setiap Keputusan Politik Akan Dirasakan Semua Warga, Masih Enggan Ikut Pemilu 2024?
Pro dan Kontra Seputar Larangan bagi Turis Asing untuk Menyewa Motor di Bali