Dengan mengembangkan niche kamu akan lebih menonjol di pasar. Makin spesifik pengetahuan kamu, makin sulit kamu digantikan. Kamu akan diposisikan sebagai ahli, bukan sekadar penerjemah umum.
4. Fokus pada pelokalan dan transkreasi
AI kesulitan memahami nuansa budaya, humor, dan brand tone. Itu sebabnya klien semakin menghargai pelokalan (adaptasi untuk pasar tertentu) dan transkreasi (adaptasi kreatif). Dengan layanan ini penerjemah di era AI memberikan nilai yang tak tergantikan.
Baca Juga: Rio Dewanto Kangen Soto Banjar dan Ketupat Kandangan Usai Syuting 'Kuyank' Selama Sebulan Lebih
Kemampuan transkreasi juga semakin penting, karena untuk materi pemasaran dan komunikasi merek tentu dibutuhkan idiom-idiom atau emosi yang sesuai target pasar. Dalam hal ini, AI sering mentok.
5. Gunakan AI untuk membantu brainstorming
Kamu bisa memanfaatkan CAT tools (Computer-Assisted Translation Tools), sistem manajemen terminologi, dan fitur AI lainnya untuk mencari tahu terminologi, atau mencari alternatif frasa.
Dengan demikian, teknologi digunakan untuk menangani tugas-tugas berulang, sedangkan penerjemah manusia tetap jadi pengendali utama yang memastikan hasil akhir sesuai tujuan, tone, dan audiensnya.
6. Tetap belajar untuk mengetahui tren terbaru
Penerjemah harus tetapmengikuti perkembangan terbaru melalui webinar atau badan profesional seperti Institute of Translation and Interpreting (ITI). Semakin cepat teknologi berkembang, semakin kamu harus menerapkan lifelong learning alias pembelajaran sepanjang hayat.
Baca Juga: Apa Saja yang Terkena Potongan Pajak PPh 21 seperti yang Tertera di Slip Gaji Karyawan?
7. Jangan lupakan soft skills
Komunikasi, manajemen proyek, dan kemampuan mengedukasi klien semakin bernilai. Ketika kamu mampu membantu klien untuk memahami kebutuhannya sendiri, kamu nggak akan sekadar jadi penerjemah tetapi juga menjadi konsultan bahasa. Dan konsultan, tidak mudah tergantikan oleh teknologi.
Jadi, nggak perlu khawatir, dengan sikap adaptif, mau belajar, dan memanfaatkan teknologi secara cerdas, penerjemah di era AI justru punya peluang lebih besar untuk tetap relevan.