Tujuan manajer: memahami akar masalah, bukan menyalahkan individu.
1. Bedakan 3 sumber utama
Gunakan pertanyaan reflektif berikut:
a. Apakah beban kerja realistis?
- Target vs kapasitas actual.
- Terlalu banyak prioritas “urgent”.
b. Apakah masalahnya energi, bukan skill?
- Dulu performanya baik.
- Sekarang lambat dan mudah lelah.
c. Apakah sistem kerja mendorong kehadiran semu?
- Respons di luar jam kerja.
- Rapat berlebihan.
- Budaya “selalu siap”.
2. Percakapan 1-on-1 yang tepat
Fokus pada kapasitas, bukan komitmen:
- “Apa yang paling menguras energi Anda akhir-akhir ini?”
- “Bagian pekerjaan mana yang paling sulit dipulihkan?”
- “Apa yang membuat Anda tetap bekerja saat sebenarnya lelah?”
Baca Juga: Burnout Jadi Alasan Utama Cuti Sakit, Kenapa Semakin Banyak Karyawan Mengalaminya?
Tahap Mengatasi (Immediate Intervention)
Tujuan manajer: memulihkan kapasitas kerja, bukan memaksa performa.
1. Intervensi cepat (quick wins)
- Kurangi beban sementara, bukan permanen.
- Hilangkan tugas bernilai rendah.
- Tunda tugas “urgent palsu”.
- Izinkan cuti atau jeda pemulihan nyata.
2. Atur ulang cara kerja
- Batasi jam komunikasi non-darurat.
- Kurangi rapat supaya tambah waktu fokus.
- Klarifikasi ekspektasi hasil (output lebih besar daripada jam).
3. Normalisasi pemulihan
Manajer perlu mengatakan secara eksplisit: