kubikel

Halo Para Manajer, Presenteeism Bukan Malas! Ini Cara Mengenali, Mendiagnosis, Mengatasi, dan Mencegahnya!

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:14 WIB
Seorang manajer wajib mengetahui dan memahami presenteeism di timnya dan wajib menanganinya dengan tepat. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Tujuan manajer: memahami akar masalah, bukan menyalahkan individu.

1. Bedakan 3 sumber utama

Gunakan pertanyaan reflektif berikut:

a. Apakah beban kerja realistis?

  • Target vs kapasitas actual.
  • Terlalu banyak prioritas “urgent”.

b. Apakah masalahnya energi, bukan skill?

  • Dulu performanya baik.
  • Sekarang lambat dan mudah lelah.

c. Apakah sistem kerja mendorong kehadiran semu?

  • Respons di luar jam kerja.
  • Rapat berlebihan.
  • Budaya “selalu siap”.

2. Percakapan 1-on-1 yang tepat

Fokus pada kapasitas, bukan komitmen:

  • “Apa yang paling menguras energi Anda akhir-akhir ini?”
  • “Bagian pekerjaan mana yang paling sulit dipulihkan?”
  • “Apa yang membuat Anda tetap bekerja saat sebenarnya lelah?”

Baca Juga: Burnout Jadi Alasan Utama Cuti Sakit, Kenapa Semakin Banyak Karyawan Mengalaminya?

Tahap Mengatasi (Immediate Intervention)

Tujuan manajer: memulihkan kapasitas kerja, bukan memaksa performa.

1. Intervensi cepat (quick wins)

  • Kurangi beban sementara, bukan permanen.
  • Hilangkan tugas bernilai rendah.
  • Tunda tugas “urgent palsu”.
  • Izinkan cuti atau jeda pemulihan nyata.

2. Atur ulang cara kerja

  • Batasi jam komunikasi non-darurat.
  • Kurangi rapat supaya tambah waktu fokus.
  • Klarifikasi ekspektasi hasil (output  lebih besar daripada jam).

3. Normalisasi pemulihan

Manajer perlu mengatakan secara eksplisit:

Halaman:

Tags

Terkini