PejuangKantoran.com - Buat para pengamat film, keterlibatan Reza Rahadian di film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bisa dibilang cukup mengejutkan. Maklum, aktor blasteran Timur Tengah dan Ambon ini jarang mengambil peran di film horor.
Sepanjang 20 tahun karirnya di dunia akting, Reza terlibat hanya dalam empat atau lima film horor. Yang terakhir adalah Siksa Kubur, proyek film horor karya Joko Anwar tahun 2024.
Bergabungnya Reza di film garapan Azhar Kinoi Lubis itu juga menandakan kolaborasi kembali Reza dengan Intercine Soraya Films setelah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang rilis 2013.
Baca Juga: Layanan Pro Bono Bukan Hanya Berbentuk Bantuan Hukum. Apa Syarat Menjadi Pengacara Pro Bono?
“Rasanya seperti pulang kampung, saya kembali ke Soraya Intercine Films setelah 16 atau 14 tahun lalu main di film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck!” ujar aktor kelahiran Bogor, 5 Maret 1987 ini, saat konferensi pers Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Alasan pertama mengapa ia tertarik bergabung di film ini karena cerita yang ditulis Ferry Lesmana, Jujur Prananto, dan Sunil Soraya itu mengangkat isu penting. Skenario menunjukkan, ketika tekanan yang begitu menghimpit terjadi pada seseorang, lahirlah perlawanan.
Dari perlawanan ini, muncullah hasilnya dalam berbagai macam hal, baik itu positif maupun negatif. Apapun hasilnya, hal itu merupakan suatu upaya untuk mengatasi kekuasaan yang ugal-ugalan.
“Dengan isu yang sangat penting dikemas dalam film (sebesar) ini, jadinya menarik sekali. Intisari ceritanya sangat relevan dengan apa yang sedang terjadi di global.
"First time membacanya, saya sangat tertarik dan saya sampaikan ini ke Pak Sunil setelah dibujuk lewat Suzzanna 1 dan 2, (tapi) belum sempat ya waktu itu jadwalnya.
"Yang ketiga ini, sudah tidak punya ruang untuk mengelak,” seloroh aktor sekaligus sutradara yang baru saja memenangkan Piala Sutradara Pilihan lewat film Pangku di Festival Film Tempo 2025.
Baca Juga: Mengenal Layanan Hukum Pro Bono, Apa Manfaatnya bagi Kepentingan Pengacara atau Praktisi Hukum?
Alasan lain yang menguatkan keinginannya untuk terlibat di produksi film horor paling ikonik di Indonesia ini adalah, ketika ia mengetahui Azhar Kinoi Lubis yang akan menyutradarainya.
Walaupun ini baru kali pertama disutradarai oleh Kinoi, Reza Rahadian sudah cukup lama mengenal Kinoi semenjak sutradara berusia 45 tahun itu masih berstatus astrada (asisten sutradara).
“Di-direct langsung oleh Kinoi rasanya senang banget! Pengalaman syuting film ini menyenangkan sekali. I love working with Luna Maya so much. I think she's a great actress, very professional.
"Saya tahu kerja kerasnya. Luna tuh calling-an paling awal dari semua pemain. Make up paling awal. Saya belum datang di lokasi. Begitu saya datang, bilang selamat pagi ke trailer-nya, Luna tuh sudah dengan pasang-pasang segala macam.