- berkinerja baik,
- hasil kerjanya diketahui banyak pihak,
- dipercaya untuk tugas penting.
Visibilitas bukan berarti mencari perhatian, tetapi memastikan kontribusimu diketahui oleh pihak yang relevan. Misal:
- Menjadi koordinator proyek penting.
- Menjadi narasumber internal.
- Menulis laporan yang digunakan pimpinan.
- Memimpin inisiatif yang berdampak.
Langkah 3: Cari "Sponsor Magnet"
Orang cenderung mensponsori individu yang:
- kompeten,
- dapat dipercaya,
- mudah diajak bekerja sama,
- tidak menciptakan masalah politik organisasi,
- konsisten menghasilkan hasil.
Sponsor mempertaruhkan reputasinya ketika merekomendasikan seseorang. Karena itu, mereka lebih memilih orang yang "aman untuk dipertaruhkan".
Langkah 4: Bangun Hubungan Profesional
Bukan berarti menjilat atau mencari muka. Yang diperlukan adalah:
- bekerja bersama dalam proyek,
- meminta masukan profesional,
- memberi update tentang hasil pekerjaan,
- menunjukkan kesiapan menerima tanggung jawab lebih besar.
Langkah 5: Temukan Sponsor di Luar Jalur Formal
Banyak sponsor berasal dari:
- organisasi profesi,
- komunitas industri,
- asosiasi alumni,
- konferensi,
- proyek lintas organisasi.
Mereka mungkin tidak menjadi atasanmu langsung, tetapi dapat membuka akses ke peluang yang tidak terlihat oleh kamu.
Baca Juga: Berikut Ini 5 Hal Penyebab Kamu Tak Pernah Mendapatkan Promosi Jabatan!
Langkah 6: Uji Apakah Seseorang Benar-Benar Sponsor
Tanyakan pada diri sendiri: Apakah orang ini (calon sponsor potensial) pernah:
- merekomendasikan kamu?
- mengajak kamu masuk proyek penting?
- memperkenalkan kamu kepada pengambil keputusan?
- menyebut namamu ketika ada peluang?
Jika jawabannya "ya", kemungkinan besar ia sudah bertindak sebagai sponsor.
Jika hanya memberi nasihat tetapi tidak pernah membuka peluang, ia lebih tepat disebut mentor.