PejuangKantoran.com - Liburan Natal dan Tahun Baru membuat sebagian orang merasa fresh, dan siap bekerja lagi dengan penuh semangat. Namun bagi sebagian yang lain, masuk ke kantor lagi setelah liburan malah membuat mereka lesu, tidak bersemangat, stres, bahkan kesepian. Kalau hal ini terjadi, sepertinya kamu mengalami Post Holiday Blues!
Kadang-kadang, perasaan-perasaan tersebut sulit dikendalikan. Ada rasa kehilangan karena liburan begitu cepat berlalu. Apa sebenarnya yang dimaksud post holiday blues atau sindrom pasca liburan?
“Post holiday blues adalah kesedihan yang kamu rasakan setelah musim liburan berakhir,” kata Angela Ficken, LICSW, psikoterapis di Boston.
Baca Juga: 7 Etika Liburan yang Harus Kamu Tahu dan Taati di Tempat Wisata: Jangan Sampai Malu-maluin!
Rasa sedih sering terjadi setelah selama liburan kamu menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman. Saat liburan, kita mengalami peningkatan neurotransmiter perasaan baik seperti dopamin, serotonin, dan oksitosin. Saat liburan berakhir, dorongan itu juga berakhir dan kekecewaan pun dimulai.
Rae Mazzei, PsyD, BCB, psikolog kesehatan di Arizona, mengatakan, meskipun tidak mencerminkan depresi yang serius, gejala post holiday blues umumnya:
• menyesal tentang hal-hal yang kamu lakukan, atau yang kamu katakan dan tidak kamu katakan.
• tidak bersemangat karena tidak ada acara yang ditunggu-tunggu lagi.
• merasa kosong, kehilangan, atau kesepian, karena rumah jadi sunyi setelah keluarga atau teman-teman kembali ke kehidupannya masing-masing.
• sedih karena liburan berakhir dan rasanya tidak seperti yang kamu bayangkan.
• sulit tidur karena stres atau perasaan yang campur-aduk.
• merenung secara berlebihan, mempertanyakan mengapa begini dan mengapa begitu.
• sulit berkonsentrasi karena terus memikirkan masa-masa liburan.
Baca Juga: Milenial, Gen Z, dan Gen X Punya Persiapan Beda Saat Liburan: Ada yang Pilih Uang, Ada yang Camilan
Mengatasi post holiday blues
Kamu nggak perlu cemas, sindrom pasca liburan biasanya tidak berlangsung lama. Ada tujuh tip untuk mengatasi post holiday blues dan menghilangkan perasaan-perasaan mellow tersebut.
• Beri waktu untuk kembali ke rutinitas. Dari unpacking koper, membaca berita-berita terkini, sampai mengecek email lagi untuk mengetahui apakah kamu ketinggalan sesuatu. Dengan demikian perasaan sedih akan memudar seiring waktu, sambil menyiapkan diri untuk kembali ke rutinitas.
• Pajang foto-foto liburan kamu. Buat album liburan di media sosial, bingkai dan pajang fotonya di meja kantor, atau cetak menjadi mug yang bisa kamu pakai setiap hari. Buat jurnal tentang liburan untuk membantu kamu fokus pada hal-hal positif dalam hidup, bukan sekadar nostalgia liburan.
• Keluar dari rumah. Menjauhlah dari kamar yang membuat kamu terus terbayang-bayang liburan. Keluar dari rumah, entah untuk jalan pagi, ke minimarket, atau sekadar keliling kompleks membuat kamu mendapatkan endorfin kembali dengan berjalan-jalan.
• Buat janji dengan teman-teman yang selama ini jadwalnya tidak pernah sesuai, atau nongkrong bersama teman-teman eks kantor lama. Buat janji sarapan dengan teman-teman yang rumahnya berdekatan untuk mengatasi sindrom pasca liburan ini.
Baca Juga: Cara Berhemat Saat Liburan ke Jepang (Irit Hotel, Transpor, dan Makanannya)
• Ubah rutinitas. Kalau kembali ke rutinitas sebelum liburan membuat kamu mellow, coba ubah rutinitas itu. Misalnya, mengambil rute yang berbeda ke tempat kerja. Mengubah rutinitas bisa membantu menemukan hal-hal baru yang mungkin kamu sukai di sekitaran rumah dan kantor.
Artikel Terkait
5 Resolusi Keuangan Tahun Baru 2023 yang Terukur dan Mudah Dicapai
Katanya Mau Resign, tapi Nggak Resign-resign. Alasan Mengapa Orang Galau Mau Resign
Resolusi Tahun Baru ala Gen Z Tidak Lagi Terpusat pada Body Goals
Pada Situasi Apa Kita Tidak Perlu Memberikan Tip untuk Jasa Layanan yang Kita Terima?
Perpu Cipta Kerja yang Disahkan Jokowi Tuai Banyak Kritik
Ramalan Tahun Baru: 5 Zodiak yang Paling Beruntung Tahun 2023