Pendapat serupa datang dari Gary Byrnes, CEO perusahaan teknologi Tao Climate. Ia mendorong seluruh timnya di berbagai negara untuk mencoba menjalankan tren ke kantor tanpa sepatu.
“Kantor itu tempat yang membosankan banget, dan sangat menantang. Apapun yang membuatnya lebih mudah itu baik untuk produktivitas, kesejahteraan dan kebahagiaan," ujar Byrnes.
Baca Juga: Pekerja Perempuan Sudah Lebih Aktif Negosiasi Gaji, tapi Mengapa Kesenjangan Upah Masih Terjadi?
Tidak substansial?
Meski begitu, tidak semua pihak sepakat dengan tren ini. Aaron Asadi, CEO Enterprise Nation, menilai pendekatan seperti itu bisa terlalu berlebihan.
Ia menilai bahwa perusahaan sebaiknya fokus pada hal yang lebih substansial seperti kolaborasi, efisiensi, dan integrasi teknologi AI ketimbang “komentar seputar kaus kaki.”
Dari sisi akademis, Profesor Mustafa Özbilgin dari Brunel University London menyoroti sisi lain: potensi bias gender dan generasi. “Laki-laki bisa saja tampil informal, tapi buat kaum perempuan, busana itu bagian dari cara mereka dinilai secara profesional," jelasnya.
Menurutnya, generasi muda mungkin melihat kebebasan berpakaian sebagai tanda kreativitas, tetapi pekerja senior bisa menganggapnya tidak profesional. Perbedaan pandangan ini berisiko menciptakan konflik dalam lingkungan kerja.
Namun, tren ini tak cuma berlaku di perusahaan rintisan modern. Amanda Nicols, wakil CEO Delapré Abbey Preservation Trust di Northampton, juga menerapkannya di tempat kerjanya yang merupakan bangunan bersejarah dari tahun 1145.
Baca Juga: Grab Buka Lowongan Kerja Public Affairs Executive buat yang Punya Jejaring di Pemerintahan
“Ini ruang paling luar biasa dan kuno dengan taman seluas 550 hektar… Tidak perlu pakai sepatu itu membantu saya bergerak lebih cepat," katanya.
Ia bahkan sering bekerja tanpa alas kaki di luar ruangan, hujan atau salju sekalipun. Jika kaki jadi kotor, bukankah kita tinggal mencucinya?
Meski belum tentu akan diterapkan sebagai kebiasaan di tingkat nasional, tren ke kantor tanpa sepatu ini menunjukkan satu hal penting: kesejahteraan karyawan kini lebih dihargai. Begitu juga dengan kenyamanan dan keaslian diri mereka di lingkungan kerja.
Artikel Terkait
7 Green Flags atau Sinyal Positif dari Rekan Kerja yang Bisa Kamu Jadikan Partner yang Aman dan Produktif
Tarik-Ulur Anggaran Makan Bergizi Gratis: Menkeu Purbaya Siap Potong Dana, Luhut Pasang Badan!
7 Gerakan Dynamic Stretch yang Sangat Bermanfaat Kamu Lakukan Sebelum Bermain Padel
Karyawan Juga Manusia, Penting Perusahaan untuk Memberi Ruang Beradaptasi di Tengah Perubahan
Jangan Panik Sendiri, Ini 7 Cara Biar Kamu Nggak Merasa Kewalahan Saat Tugas-tugas Menumpuk
7 Pertanyaan saat Wawancara untuk Menilai Calon Atasan, Ajukan Sebelum Kamu Menyesal Belakangan!
Kunci Sukses dan Cara Baru Mengembangkan Diri Bagi Karyawan di Era AI Adalah Dengan Belajar di Luar Kelas