PejuangKantoran.com - Belakangan ini, istilah weaponized incompetence ramai dibahas di media sosial. Istilah ini menggambarkan perilaku seseorang yang sengaja atau terus-menerus menunjukkan ketidakmampuan melakukan suatu tugas, sehingga orang lain akhirnya mengambil alih pekerjaan tersebut.
Meski populer di TikTok dan Instagram, konsep ini juga dibahas dalam psikologi dan dikenal dengan istilah strategic incompetence. Menurut para ahli, perilaku ini dapat muncul di rumah, hubungan asmara, hingga lingkungan kerja.
Apa itu weaponized incompetence?
Secara sederhana, weaponized incompetence adalah ketika seseorang berulang kali berkata "tidak bisa" atau mengerjakan sesuatu dengan asal-asalan agar tidak lagi diminta melakukan tugas tersebut.
Contohnya:
-
Selalu mengaku tidak bisa mencuci baju atau memasak sehingga pasangan yang mengerjakannya.
-
Sengaja membuat laporan kerja berantakan agar tugas itu dialihkan ke rekan lain.
-
Berkali-kali mengatakan tidak paham menggunakan aplikasi kantor tanpa berusaha mempelajarinya.
Bedanya dengan memang belum bisa
Tidak semua orang yang melakukan kesalahan bisa disebut mengalami weaponized incompetence. Perbedaannya terletak pada kemauan untuk belajar.
Orang yang memang belum memiliki keterampilan biasanya mau menerima masukan dan memperbaiki diri. Sebaliknya, pada weaponized incompetence, alasan "tidak bisa" terus diulang tanpa ada usaha untuk berkembang.
Baca Juga: Suka Main Monopoly? Netflix Cari 12 Peserta untuk Rebut Hadiah US Juta
Apa dampaknya?
Jika terus terjadi, perilaku ini dapat menyebabkan:
-
beban kerja menjadi tidak seimbang,
-
munculnya mental load pada satu orang,
Artikel Terkait
Membangun Komunitas Itu Nggak Bisa Instan, tapi Banyak Caranya. Salah Satunya, Manfaatkan UGC!
10 Values Personal yang Dianggap Penting dalam Dunia Kerja yang Wajib Kamu Pahami dan Terapkan!
Naik Gaji Tapi Kok Nggak Terasa Perubahannya? Ini yang Lagi Terjadi di Accenture dan Deloitte
Mengenal Competency-Based Interviews, Fresh Graduate Wajib Tahu buat Persiapan Wawancara Kerja
Cara Paling Praktis Untuk Menentukan Values Kamu Dalam Bekerja!
Karyawan Tak Lagi Hanya Mencari Gaji, Lingkungan Kerja Sehat Kini Jadi Pertimbangan Utama
Burnout Bukan Penyebab Utama Turunnya Produktivitas, Justru Presenteeism yang Sering Tak Disadari
Rahasia Work-Life Balance Belanda: Jam Kerja Terpendek di Eropa
Pakai Metode STAR untuk Menjawab Pertanyaan Lebih Terstruktur saat Competency Based Interview
Karyawan yang Punya Sertifikasi AI Lebih Punya Peluang Naik Jabatan (Gaji Juga Ikut Naik)