Aktif Olah Raga dan Gaya Hidup Sehat Tapi Berisiko Kena Penyakit Jantung? Ini Faktor-faktornya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 29 April 2025 | 14:05 WIB
Meskipun aktif berolah raga dan bergaya hidup sehat, tetap waspada dengan risiko penyakit jantung. (SAKON THURIWONGSA)
Meskipun aktif berolah raga dan bergaya hidup sehat, tetap waspada dengan risiko penyakit jantung. (SAKON THURIWONGSA)

Pejuangkantoran.com – Aktif dalam berolah raga banyak meberikan manfaat, termasuk dlam kesehatan jantung. Seperti yang dimuat di klikdokter.com, pada tahun 2013 sebuah studi menemukan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas tinggi berhubungan dengan berkurangnya kejadian penyakit jantung coroner.

Bagi perempuan risiko berkurangnya sebesar 29 persen dan pria 21 persen. Dari studi ini bisa disimpulkan bahwa tingkat kebugaran yang lebih tinggi menurunkan risiko kematian dan komplikasi akibat penyakit jantung.

Namun olah raga dan gaya hidup sehat bukanlah satu-satunya “obat” mengurangi faktor risiko seseorang terkena penyakit jantung. Ada sejumlah faktor tertentu yang tidak bisa dihindari risikonya hanya dengan berolah raga atau gaya hidup sehat.

Faktor-faktor tersebut adalah:

  1. Faktor Genetik atau Keturunan

Penyakit jantung bisa diturunkan dalam keluarga. Jika orang tua atau saudara kandung memiliki riwayat penyakit jantung, risiko seseorang meningkat, meskipun ia menjalani gaya hidup sehat.

Jadi, apabila ada Riwayat penyakit jantung dalam keluarga kandung, ada baiknya memeriksakan sejak dini untuk mengetahui apakah kamu berisiko yang sama atau tidak.

Baca Juga: 3 Macam Olah Raga Wajib dan Mudah Dilakukan yang Bisa Mendorong Jantung Menjadi Sehat

  1. Kondisi Medis Tersembunyi

Kondisi medis tersembunyi (silent diseases) adalah masalah kesehatan serius yang sudah terjadi dalam tubuh, namun tidak menunjukkan gejala yang jelas atau tidak terasa pada tahap awal.

Orang bisa merasa sehat-sehat saja, padahal sebenarnya ada gangguan di dalam tubuh mereka, misali:

  • Kolesterol tinggi bawaan (hiperkolesterolemia familial);
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terdeteksi;
  • Diabetes atau prediabetes;
  • Peradangan kronis dalam tubuh yang bisa memicu masalah jantung tanpa gejala awal yang jelas.
  1. Stres dan Kesehatan Mental

Stres kronis, kecemasan, dan depresi dapat memengaruhi kesehatan jantung. Stres bisa memicu peradangan, meningkatkan tekanan darah, dan menyebabkan irama jantung tidak stabil.

  1. Kurang Tidur atau Pola Tidur Buruk

Tidur yang tidak cukup atau tidur dengan kualitas buruk dapat meningkatkan risiko hipertensi, obesitas, dan gangguan metabolik, yang semuanya berdampak buruk pada jantung.

  1. Paparan Polusi dan Lingkungan

Paparan jangka panjang terhadap polusi udara, bahan kimia beracun, atau gaya hidup yang tidak sehat dapat berkontribusi terhadap risiko kardiovaskular.

Baca Juga: Apa Itu Detak Jantung Zona Aerobik? Kenapa Sering Sekali Direkomendasikan Saat Olah Raga?

  1. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah bisa menjadi lebih kaku atau menyempit secara alami. Ini bisa meningkatkan risiko meskipun gaya hidup sehat sudah dijalani.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: klikdokter.com, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X