Bangun pagi dan faktor stres yang tersembunyi
Kamu mungkin pernah mendengar bahwa bangun pagi lebih sehat. Ini memang benar. Namun, ada alasan tersembunyi di baliknya.
Penelitian menunjukkan bahwa bangun sebelum pukul 07.00 pagi dapat memicu lonjakan kortisol, hormon stres utama tubuh. Namun, ini hanya berlaku bagi mereka yang hanya tidur 4–5 jam.
Atau bagi mereka yang termasuk kronotipe night owl atau orang malam yang terbiasa tidur larut. Bangun sebelum jam 07:00, dapat membuat tubuh merasa seperti berada di bawah tekanan bahkan sebelum hari dimulai.
Kamu mungkin merasa gelisah, cemas, atau otak yang berkabut. Ini bukan karena ada sesuatu yang salah, tetapi karena tubuh belum siap.
Selain itu, bangun sebelum jam 07:00 bisa membuat stress jika rutinitas pagi itu dilanjutkan dengan pekerjaan yang tidak disukai, harus melewati jalanan yang macet, atau tidak sempat sarapan.
Baca Juga: Menurut Para Ahli, Musik Seperti Berikut Ini Bisa Membuat Bangun Pagi Lebih Berarti
Definisikan ulang kesuksesan dengan cara sendiri
Sudah terlalu lama kesuksesan diukur dari alarm pukul 05.00 pagi dan jadwal yang padat.
Namun, produktivitas bukanlah tentang seberapa pagi kamu bangun. Ini adalah tentang seberapa baik kamu hidup, seberapa jernih kamu berpikir, dan seberapa penuh kamu hadir dalam aktivitasmu sehari-hari.
Tak masalah jika “9 to 5” kamu dimulai pukul 11.00 siang dan berakhir tengah malam. Itu tidak membuat kamu kurang sukses, tetapi mungkin bisa membuat kamu menjadi otentik.
Percayalah bahwa ritme tubuh kamu memiliki nilai, bahkan jika itu tidak sama seperti ritme orang lain.
Menjadi “burung hantu” bukan berarti kamu berada di luar jalur. Ini mungkin hanya berarti kamu diciptakan untuk jalur yang berbeda.
Jadi, lain kali jika kamu terbangun pukul 02.00 pagi, jangan selalu merasa bersalah. Ingatlah bahwa beberapa pikiran paling brilian di dunia bersinar dalam gelap.
Beberapa orang bisa melakukan kontemplasi di keheningan tengah malam sehingga bisa memaknai hidup lebih baik. Jika hal ini dilakukan dengan penuh kesadaran, maka kamu bisa melakukan refleksi sehingga bisa mendorong kreativitas dan perencanaan yang lebih matang. ***