10 Negara dengan Pekerja Paling Sejahtera, Ada Indonesia Nggak Ya?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 22 Februari 2024 | 19:07 WIB
Ilustrasi negara dengan pekerja paling sejahtera (Freepik)
Ilustrasi negara dengan pekerja paling sejahtera (Freepik)

Prancis, khususnya Paris, memiliki keseimbangan kehidupan kerja yang kuat, menempati peringkat ketiga secara global dengan skor 75,34 dari 100.

Negara ini memiliki asuransi publik universal, skor kebahagiaan yang tinggi, dan rata-rata jam kerja dalam seminggu 25,6 jam, dengan inklusivitas LGBTQ+.

7. Swedia

Swedia memiliki keseimbangan kehidupan kerja yang luar biasa, memprioritaskan dukungan keluarga.

Sekolah taman kanak-kanak yang terjangkau menawarkan pengasuhan bagi anak-anak berusia satu tahun, sehingga orang tua dapat kembali bekerja setelah cuti sebagai orang tua. Pendidikan wajib yang dibiayai pajak dari usia enam hingga 19 tahun sering kali mencakup penyediaan makan siang.

Badan Asuransi Sosial Swedia memberikan kompensasi kepada orang tua yang memiliki anak di bawah usia 12 tahun untuk cuti merawat anak yang sakit. Lingkungan yang ramah keluarga ini telah menjadikan Stockholm diakui sebagai salah satu kota utama dalam hal lapangan kerja.

Baca Juga: Pemerintah Jepang Bakal Terapkan Background Check Catatan Kriminal 20 Tahun Terakhir untuk Calon Pekerja yang Berhubungan dengan Anak

6. Belanda

Di OECD, Belanda terkenal dengan keseimbangan kehidupan kerja yang luar biasa, dengan hanya 0,3% karyawan yang mendedikasikan jam kerja yang sangat panjang untuk pekerjaan berbayar.

Pekerja penuh waktu di Belanda biasanya menyisihkan 64% waktunya, sekitar 15,4 jam, untuk aktivitas pribadi dan rekreasi.

5. Kanada

Pada tahun 2022, sekitar 65% orang Kanada melaporkan mencapai keseimbangan kehidupan kerja dan kehidupan yang lebih baik, menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Ipsos. 

Survei tersebut mengungkapkan bahwa dua pertiga pekerja di Kanada merasa mereka telah berhasil mencapai keseimbangan kehidupan kerja dan kehidupan yang lebih diinginkan. 

Data tersebut juga menunjukkan bahwa 70% dari mereka yang bekerja jarak jauh tidak ingin kembali ke kantor secara rutin pada tahun 2023.

Baca Juga: Starbucks China Ciptakan Latte Gurih dari Espresso Dicampur dengan Saus Babi Rebus Dongpo

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Insider Monkey

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X