5 Strategi Manajemen Konflik yang Mesti Kamu Tahu dan Pahami Agar Bisa Memberikan Solusi Terbaik

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 10 Februari 2025 | 11:25 WIB
Setipa orang harus punya keterampilan dalam manajemen konflik di tempat kerja. (drazen_zigic)
Setipa orang harus punya keterampilan dalam manajemen konflik di tempat kerja. (drazen_zigic)
  1. Menghindar

Bagi sebagian orang, konflik dan konfrontasi akan membawa dampak rasa sakit yang akibatnya terlalu besar bagi mereka.

Orang-orang yang menggunakan perilaku menghindar, cenderung akan menarik diri dari penyelsaian masalah. Umumnya, mereka menolak untuk berpartisipasi dalam diskusi penyelesaian konflik dengan sehat.

Tanpa masukan yang benar, konflik tidak akan pernah dapat diselesaikan. Dampak di tempat kerja, perusahaan berpotensi kehilangan kontribusi ide-ide segar.

  1. Bersaing

Mereka yang memakai pendekatan dan pola pikir persaingan, akan cenderung menyelesaikan konflik di tempat kerja akan melakukan pendekatan tanpa ampun dan berusaha memenangkan konflik dengan segala cara.

Bagi mereka, tidak ada kerja sama dengan pihak lawan dan berharap untuk memenangkan konflik. Tidak ada sudut pandang yang berbeda dalam kamus orang-orang seperti ini.

Dampak buruknya, isu-isu utama dalam konflik cenderung akan diabaikani karena percakapan hanya bersifat sepihak.

Baca Juga: 4 Penyebab Karyawan Melakukan 'Revenge Quitting' Selain Karena Konflik yang Terus-menerus

  1. Berkompromi

Inti dari strategi berkompromi adalah memadukan ketegasan dan kemauan untuk bernegosiasi.

Bisa jadi, kamu tidak akan mendapatkan semua yang kamu iginkan dan usulkan, namun kamu merasa mendapatkan cukup banyak hal yang membuatmu merasa puas.

Sudah pasti, dengan strategi ini tidak selalu bisa memenuhi keinginan kedua belah pihak dan membuat tidak sepenuhnya senang.

Namun penyelesaian konflik dengan strategi ini akan terasa lebih adil dan berimbang.

  1. Mengakomodasi

Ada kalanya kamu harus menerima usulan orang lain dan meninggalkan keinginan pribadi dalam suatu konflik untuk menyelesaikan masalah. Ini adalah strategi yang bersifat akomodatif.

Yang perlu dicermati dalam strategi ini, meskipun terlihat sudah mencapai kesepakatan dalam resolusi, namun hal ini sering kali mengarah pada masalah yang belum terselesaikan.

  1. Berkolaborasi

Dalam berkolaborasi memungkinkan seseorang untuk mengemukakan kebutuhannya sekaligus menerima dan bekerja sama dengan pihak lain.

Melalui proses kreatif bersama, diskusi yang terjadi ditujukan untuk bersama-sama menciptakan solusi yang melibatkan semua pihak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: betterup.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X