5 Kualitas Manajer yang Bisa Menjadi Pemicu Turnover Karyawan yang Tinggi

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 18 April 2026 | 13:23 WIB
Feedback hanya diberikan ketika terjadi kesalahan dan tidak ada apresiasi terhadap bawahan, adalah salah satu pemicu turnover karyawan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Feedback hanya diberikan ketika terjadi kesalahan dan tidak ada apresiasi terhadap bawahan, adalah salah satu pemicu turnover karyawan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  1. Micromanagement vs Neglect

Ini adalah dua hal berlawanan yang sama-sama ekstrem. Micromanagement adalah ketika atasan terlalu “ngurusi” pekerjaan bawahan hingga hal-hal yang kecil. Misal, seorang manajer sampai ikut menentukan merk air mineral untuk konsumsi di kantor.

Lawannya adalah neglect, ketika atasan tdak mau tahu urusan dan permasalahan yang dihadapi bawahan. Prinsip “pokoknya” sering banget muncul di ranah ini tanpa ada arahan dan panduan. Padahal, bawahan sangat berharap ada pembelajaran dari pengalaman yang mestinya dipunyai oleh atasan.

Lima hal ini yang harus menjadi perhatian setiap pejabat manajerial, karena orang bisa bertahan di perusahaan buruk dengan manajer baik, namun jarang ada bertahan di perusahaan bagus dengan manajer buruk. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Wikipedia, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X