Toothacre juga menyebutkan satu faktor penting, yaitu imposter syndrome. Banyak perempuan merasa bahwa mereka hanya “beruntung” bisa mendapatkan pekerjaan tertentu sehingga merasa tidak pantas meminta lebih.
Akibatnya, mereka menerima tawaran awal tanpa diskusi, padahal sebenarnya masih bisa dinegosiasikan.
Lebih menariknya lagi, perusahaan sebenarnya hampir selalu siap untuk negosiasi. Kecuali sudah disebutkan bahwa gaji fix atau mengikuti skala tertentu, tawaran gaji biasanya punya rentang.
Jadi, kalau kamu langsung menerima tawaran di angka bawah rentang itu tanpa negosiasi, tentu saja kamu rugi sendiri.
Jadi, apa yang bisa dilakukan?
Kalau kamu sering merasa ragu untuk menawar gaji, coba mulai dengan langkah-langkah ini.
Pertama, catat prestasi dan pencapaian kamu supaya memiliki bahan saat bernegosiasi dengan rekruter mengenai gaji. Lalu, lakukan riset gaji di posisi dan industri terkait. Gunakan data sebagai argumen, bukan asumsi.
Ingat, negosiasi bukan berarti tidak tahu diri. Itu justru tanda kamu tahu nilai diri sendiri. Kalau tawaran tidak sesuai, kamu boleh menolak. Kadang berkata “tidak” justru membuka jalan ke kesempatan yang lebih baik.
Karena kalau kamu tidak memperjuangkan nilai kerja diri, orang lain juga tidak akan melakukannya untuk kamu.